Perpustakaan Tengah Malam Tapi Kok Nganu

Pernah nggak makan rendang ternyata lengkuas?

Begitu yang saya rasakan begitu menandaskan The Midnight Library.

Buku ini memenangkan Goodreads Choice Awards 2020 untuk kategori Fiksi dengan 72,828 votes. Hanya selisih 5 votes lebih banyak dari Anxious People.

Masih Bertema Bunuh Diri

Isu yang diangkat sama, percobaan bunuh diri. Bercerita tentang Nora Seed, yang merasa terjebak di Bedford dengan berbagai kemalangan, dan memutuskan bunuh diri.

Di perjalanan antara kehidupan dan kematian, Nora tiba-tiba berada di The Midnight Library, perpustakaan tengah malam. Waktu di perpustakaan tersebut tidak sedetik pun bergerak dari 00:00.

Di perpustakaan tersebut, Nora disodorkan buku kumpulan penyesalan-penyesalannya selama hidup, The Book of Regret. Sang Petugas Perpustakaan, Mrs Elm, menawarkan Nora menjelajahi kehidupan lain seandainya ia mengambil keputusan yang berbeda. Seandainya ia tidak putus dengan pacarnya, seandainya ia tak keluar dari band, seandainya ia meneruskan olimpiade renang, seandainya…

Sekitar 90 persen cerita The Midnight Library berkisah tentang kehidupan-kehidupan ‘seandainya’ tersebut. Di beberapa kehidupan, tidak sebaik kehidupan akarnya.

Lalu di kehidupan pengandaian terakhir, penulis tiba-tiba menurunkan bejibun hikmah dan wahyu kepada Nora. Di sinilah alis saya mulai mengkeret.

Sek ta, iki kaet mau Nora lapo ae kok sek ket eroh?

Kalau kamu baca ulasan saya tentang Anxious People, bagaimana satu buku mengubah pemikiran saya, maka setinggi itulah ekspektasi saya terhadap The Midnight Library.

Anxious People tidak berusaha menggurui sejak awal. Justru menertawakan pemikiran kita sendiri, yang tidak terlalu berbeda dengan penulis. Lalu letupan-letupan kecil mengejutkan dimunculkan secara teratur dan rapi.

Sementara The Midnight Library tidak menyimpan kejutan apapun. Bahkan saya merasa wisdom yang disampaikan seperti pahlawan kesiangan.

Mohon maaf, Pak Matt Haig. Tiga bintang boleh ya..

Setelah makan lengkuas yang saya kira rendang, rasanya saya perlu makan enak untuk mengobati kekecewaan tersebut.

Ada rekomendasi?