WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan

Mesakke Bangsaku, salah satu yang paling diincar pengunjung WSYDN

Sepuluh tahun terakhir, lebih sering download lagu gratis atau beli CD original?

Seiring perkembangan teknologi, kepingan CD dan DVD mulai ditinggalkan. Memang tidak betul-betul hilang, namun download file mp3 di situs berbagi seperti 4shared lebih digemari. Ketika internet masuk desa, download lagu gratisan semacam ini jadi semakin lumrah. Tanpa sadar, mereka mendukung pembajakan, memiskinkan seniman. Tanpa sadar.

“Suatu hari, Glenn ngetwit tentang lagu barunya. Ada follower dia yang RT, ‘Downloadnya di mana Kak?’ atau mention ‘Baru download lagunya @GlennFredly’ pakai twitpic hasil downloadnya,” kata Pandji Pragiwaksono, komika stand-up comedy di FX Sudirman, 20 April 2014. Itu konyol! Lanjutkan membaca “WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan”

Dear Pandji, Di Padang Nggak Cuma Ada Bis Kota Bergambar

Ini adalah surat terbuka buat kamu, Pandji Pragiwaksono, komika stand-up comedy yang doyan banget mengkritik negaraku, Indonesia. Dari judul karya-karya kamu saja sudah terlihat antusiasme menjadikan negara ini jadi lebih baik. Indonesia Free, Nasional.is.me, Merdeka Dalam Bercanda, Mesakke Bangsaku, dan sebagainya.

Merdeka Dalam Bercanda adalah salah satu show stand-up comedy yang bisa aku nikmati. Salah satu bitmu waktu itu kamu mengangkat Kota Padang. Bis kota di Padang memang menarik dengan gambar-gambar air brush. Selain trayek, orang Padang cenderung memilih bus dari gambarnya. Bit ini sudah disinggung di buku Nasional.is.me yang dipublikasikan beberapa tahun sebelum Merdeka Dalam Bercanda.

Dear Pandji yang nasionalis abis, Padang nggak cuma ada bis kota. Akhir Oktober kemarin aku membuktikannya. Bersama hampir 200 karyawan kantor. Kami outing ke Padang sambil mengasah rasa nasionalisme.

Mbak Fannie di terminal 2F mungkin udah berangan-angan serunya perjalanan ke Padang
Mbak Fannie di terminal 2F udah berangan-angan serunya perjalanan ke Padang

Lanjutkan membaca “Dear Pandji, Di Padang Nggak Cuma Ada Bis Kota Bergambar”