Kaya Mendadak 3

Jalan sama bule itu ada enaknya, ada senepnya juga. Senepnya, orang-orang suka mikir kita tour-guide atau orang bayaran yang tugasnya ngawal bule-bule ini. Ya kalau aku tour-guide beneran mah terima aja, lha ini kan emang temen sekelas. Dibayar juga kagak. Makanya kesel banget ketika keesokan harinya kami nunggu mobil Uber di Bogor ada mas-mas naik motor mendadak berhenti, sepik-sepik sama Susan dan Astrid pakai Bahasa Inggris aksen pangkalan ojek, dan aku dicuekin. Sebenernya nggak dicuekin amat sih, karena sebelum si tukang ojek pergi dia marah-marah ke aku, โ€œKok tamunya dibawanya ke Jakarta sih Mbak? Mereka tuh senengnya ke tempat-tempat eksotis. … Lanjutkan membaca Kaya Mendadak 3

Beri peringkat:

Kaya Mendadak (1)

Kamu tahu, Indonesia kaya. Nggak sulit ‘menjual’ Indonesia ke teman-teman kuliah di Inggris, termasuk Susan dan Astrid. Astrid: Tik, musim gugur nanti kita pengen jalan-jalan ke Asia nih. Enaknya kemana ya? Aku: Tergantung seleramu, Trid. Kalau kamu suka daerah yang modern, Korea Selatan atau Jepang ok. Tapi kalau kamu pengen matahari tiap hari, ya di Asia Tenggara. Singapura, Vietnam, atau Indonesia bagus semua. Susan: Kayaknya Asia Tenggara aja deh. Jadi pas yang lain kedinginan, kita berjemur di bawah sinar matahari. Hahaha… Astrid: Setuju! Aku: Hahaha.. Berapa lama? Susan: Sekitar 1-2 bulan, gimana? Aku: Indonesia aja kalau gitu. Singapura mah seminggu juga kelar. Biaya … Lanjutkan membaca Kaya Mendadak (1)

Beri peringkat:

Review Buku-Buku Bule dan Indonesia

Ketika batas negara semakin kabur, Jakarta terasa makin campur-campur. Pendatang berkulit putih (Kaukasoid) dari Eropa dan Amerika pun meramaikan dinamika silang budaya di Indonesia.

Berikut ini buku-buku yang mengisahkan dinamika tersebut. Dua buku ditulis oleh pendatang asal Eropa, satu buku oleh orang Indonesia. Dari ketiga buku ini, kita dapat melihat bagaimana dinamika beda budaya itu terjadi, dari sisi kita empunya tanah, maupun sisi pendatang. Lanjutkan membaca “Review Buku-Buku Bule dan Indonesia”