HIMASTA Learning University Abroad

Rasanya video karya HIMASTA ITS ini sudah merangkum pertanyaan-pertanyaan tentang kuliah di luar negeri. Mohon maaf atas bibir pucet kedinginan dan mata panda, walaupun sebetulnya mereka lebih jujur tentang bagaimana kehidupan di sini.

Jangan puas dengan satu video di atas. Simak juga penuturan Novri Suherman, alumni Statistika ITS di Prancis. Setelah menyimak video dia di bawah Menara Eiffel, pasti mupeng deh. ūüėČ

Refleksi Hari Ulang Tahun Ke-26

Waktu usiaku 9 tahun, kolorektalku hampir dioperasi. Dokter memprediksi hidupku akan bergantung dengan operasi karena kelainan permanen. Tapi Ibu berpikir lain. Ibu yakin aku akan baik-baik saja seperti anak-anak ‚Äėnormal‚Äô lainnya. Ibu merawat aku dan seperti yang kamu lihat, aku bertahan tanpa operasi apapun. Eh, pengecualian operasi bedah mulut dan operasi lain akibat naik motor. Hehe.. Jadi, kebayang kan betapa bersyukurnya aku?

Sekarang aku di sini, di Southampton, 7.335 mil jauhnya dari rumah. Apakah aku bahagia? Ya, tentu saja! Memang hidup di luar negeri nggak mudah, tapi aku mencoba mengatur kebahagiaanku seperti yang dilakukan Mbak Adem di Happiness Project-nya. Dia mengajarkanku untuk tidak terlalu ambil hati penilaian dan pertanyaan tidak menyenangkan. Tetap fokus dengan apapun yang membuatku bahagia, dan menjadi seorang penyemangat.

Banyak orang pikir aku sangat gembira, hidup sempurna, dan nggak pernah bosan. Ayolah, jadi mahasiswa pasca sarjana di Inggris itu nggak gampang. Mahal! Aku harus mengorbankan daftar panjang jalan-jalan untuk belajar. Beneran, semua ini sama sekali nggak gampang. Aku sempat menyerah dengan mata kuliah Statistics Theory and Linear Model. Aku sebel sama cacing-cacing integral. Kalau kamu bermimpi kuliah di luar negeri hanya karena kamu suka jalan-jalan, atau karena kamu suka Inggris, bangun woy!

IMG_4058

Untuk kasus ini, aku harus mengutip apa yang dibilang Richard jauh sebelum aku daftar kuliah pasca sarjana: ‚ÄúRasanya penting deh kamu punya tujuan yang jelas, dan setia pada tujuan itu, juga punya rencana kalau semua itu nggak berjalan lancar. Maksudku, penting kamu pergi ke Inggris berbekal pemahaman yang jelas tentang apa yang akan kamu lakukan, sehingga apapun yang kamu hadapi kelak, ketika kamu nggak menikmati apapun seperti yang kamu harapkan, kamu bisa mengingatkan dirimu sendiri apa saja tujuanmu, ingatkan diri sendiri ‚Äėini cuma setahun‚Äô dan tetap fokus.‚ÄĚ

Dan di sinilah aku sekarang. Ketika aku merasa putus asa, aku mengingatkan diri sendiri untuk fokus ke tujuanku. Lebih dari itu, aku diberkahi karena teman-temanku membuat kehidupan British seperti sebuah gurauan. Tuhan juga mengirimkanku teman-teman sekelas yang keren seperti Jo, Ana, Laura, Emily, Dana, Mia, Shiro, Martina, Alessandro, dan Mama Maria tersayang. Mereka baik banget dan cerdas! Mereka nggak keberatan kalau pertanyaan-pertanyaan bodohku menginterupsi waktu belajar mereka. Bahkan mereka membuat kelompok belajar supaya kami saling membantu dalam mata kuliah tertentu. Mereka keren banget deh!

IMG_3966Untuk menyempurnakan hidupku di Inggris, Tuhan menurunkan Devorah untuk membangun sebuah kecil di Broadlands Road, dan menyewakan ke empat orang Indonesia yang edan, cerewet, dan cakep. Rumah ini menyenangkan, tapi aku lebih sayang teman-teman serumahku. Mereka pasien Pei Pa Koa, penggemar berat daging babi, dan peminum alkohol sosialis yang menghormati dan mendukung gaya hidupku yang beda banget. Edwin, Harito, dan Kak Njoo membuat rumah ini menjadi sebuah ‚Äėrumah‚Äô. Tahu lah, ‚Äėrumah‚Äô bukan sebuah tempat, melainkan perasaan.

IMG_4029.JPG

Aku tahu, mengucapkan ‚Äėterima kasih‚Äô nggak akan pernah cukup untuk mengungkapkan rasa syukurku kepada semua orang di usiaku yang ke-26 ini. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang. Terima kasih, terima kasih, dan aku sayang kamu!

Gimana Rasanya Kuliah di Inggris?

Pertanyaan tersebut bukan sekali-dua kali saya terima. Berkali-kali. Mungkin sama seringnya orang-orang nanya, “Kapan nikah?” atau “Kok belum punya pacar?” buat kamu yang jomblo, eh single.

Pertanyaan tersebut akhirnya dirangkum oleh situs Belajar Luar Negeri yang saya jawab hingga menjadi sebuah artikel di halaman ini: http://www.belajarluarnegeri.com/students/tika-university-of-southampton/

Screen Shot 2015-11-11 at 8.56.44 PM

Lanjutkan membaca “Gimana Rasanya Kuliah di Inggris?”

Buka Rekening Bank Syariah Untuk Pelajar di Inggris

Bersyukurlah Anda wahai orang Indonesia, yang bisa buka rekening tabungan hanya dengan menghampiri embak-embak CS bermodal KTP, 15 menit jadi. Prosedur buka rekening baru di Inggris cukup panjang, namun tidak serumit yang dibayangkan.

Sebelum ke bank

Pertama, kita harus telepon ke nomor pusat untuk bikin janji. Teleponnya saja¬†bisa menghabiskan waktu 20 menit karena harus ‘meladeni’ mesin penjawab. Bisa lebih lama kalau mesin penjawab nggak tahu kita ngomong apa. Tips: silahkan sok British. :P.¬†Setelah itu, kita akan terhubung dengan manusia betulan. Bilang aja “I’d like to open a new account.”

Suara di ujung sana kemudian akan menanyakan kode pos kita untuk tahu cabang terdekat. Kalau dari tempatku, yang terdekat adalah London Road. London Road merupakan kawasan pusat bisnis yang sibuk di Southampton. Nggak heran kalau aku baru dapat antrian minggu depan. Lama! Padahal surat-surat udah siap semua. Jadi aku minta dikasih cabang yang bisa hari ini juga setelah jam 1 siang. Dapetlah cabang Bitterne Rd, 40 menit dari rumah.

Oya, syaratnya cuma:

  • Paspor asli,
  • Kartu BRP, dan
  • Proof of Address. Karena pelajar dan belum lama di Inggris, syarat ini bisa diganti Proof of Enrollment¬†yang¬†bisa dicetak sendiri di portal kampus, SUSSED namanya.

Di bank yang ditunjuk

Kita akan dipertemukan dengan personal advisor untuk diwawancara. Pertama-tama dia akan tanya-tanya alias wawancara. Wawancaranya santai kok, sekedar ingin tahu kita siapa, nakal atau enggak. Hihihi… Nah,¬†advisorku namanya Natalie. Jabatan panjangnya Senior Personal Banking Advisor di Lloyds Bank cabang Bitterne Rd. Bisa dikatakan¬†dia penasihat pribadi¬†dari Lloyd’s yang membantu urusan perbankanku termasuk membuka rekening.

natalie_lloydsDi Bitterne, Natalie¬†menyambutku dengan baju polo hijau khas Lloyd’s dan maaf, bau rokok yang menempel di badan. ¬†Rambutnya diikat ke atas, jadi terlihat tattoo di tengkuknya. Meski penampilannya nggak klimis-licin seperti pegawai bank umumnya, dia ramah dan profesional. Nah, walaupun judul jabatannya ADVISOR, Natalie¬†nggak boleh merekomendasikan produk perbankan apapun. Yang bisa dia lakukan adalah menyampaikan produk apa aja yang bisa aku ambil. Info ini nggak bisa didapet di internet karena bank nggak boleh buka-bukaan produk di websitenya.

Produk perbankan untuk pelajar internasional yang tinggal <6 bulan di Inggris

Kata Natalie, aku bisa buat rekening Cash, Classic, atau Shariah. Cash dan Classic ini produk Lloyd’s Bank yang nggak ada potongan administrasi bulanannya. Tetapi nggak kasih bunga juga. Bedanya, rekening Cash nggak bisa buat kartu kredit karena rekening dia hanya dipakai seperti dompet, transaksinya nggak dinilai, dan saldonya nggak bisa negatif. Kalau Classic, transaksi kita bisa dipakai untuk dasar buat kartu kredit dan bisa overdraft juga. O iya, rekening di Inggris ¬†umumnya bisa overdraft. Dengan kata lain, kita bisa punya saldo minus alias hutang. Ini penerapan peribahasa ‘Besar pasak daripada tiang’ banget sih. Jangan sedih, overdraft ini nggak gratis. Bank akan minta persenan sesuai besarnya ‘utang’ kalau kita overdraft.

Rekening Shariah Lloyd’s Bank

Nah, kalau rekening Shariah nggak bisa overdraft. Lucu deh, Natalie nggak bisa baca ‘Shariah’, jadi cuma nunjuk-nunjukin layar monitor. Haha.. Tapi dia bisa menjelaskan, bagaimana tabungan Shariah di Lloyds Bank, siapa yang berwenang atas kesyariahannya. Rekening Shariah di Lloyd’s nggak ada bunga, kredit, syarat saldo minimum, biaya transaksi, apalagi overdraft terencana. Lloyd’s Bank menjamin uang kita akan tetap di Lloyd’s, nggak akan digunakan untuk kegiatan atau transaksi berbasis bunga maupun yang tidak bisa diterima secara syariah. Produk inilah yang aku ambil.

Lloyd’s Bank¬†memakai jasa¬†dua cendekiawan independen yaitu Mufti Muhammad Nurullah Shikder dan Sheikh Nizam Yaquby. Shikder mempelajari Shariah spesialisasi Fiqh di Darul Uloom al Arabiyya Al Islamiyya, Bury, Inggris. Tahun 2009 dia mendapat ZAKI BAIDAWI Award sebagai¬†Outstanding Young Shariah Advisory. Sedangkan Yaquby anggota Shariah Committee di berbagai institusi keuangan Islam di dunia. Ia bergelar BA dari McGill (Economics & Comparative Religion), PhD (Islamic Law), dan merupakan profesor tafsir, hadist, serta fiqh ternama di Bahrain sejak 1976.

O ya, jangan harap dapet buku tabungan ya. Semua serba online atau pos. Oleh-oleh buka rekening cuma booklet tentang produk yang diambil, buku petunjuk Banking Charges 15 halaman, Personal Banking Terms and Condition 60 halaman! Sekitar 3 hari setelah buka rekening, kartu debit kita akan dikirim lewat pos. Pin juga dikirim terpisah lewat pos. Kartu debit ini terafiliasi dengan jaringan Visa sehingga bisa dipakai untuk belanja online. Kalau di Indonesia seperti kartu debit Bank Mandiri.

Walau prosedurnya panjang, bikin rekeningnya aja cepet kok. Total cuma 10 menit. Ya asalkan nggak sambil ngerumpi, nggak diselingi diskusi ‘Kapan River Island diskon’, apalagi bahas warna kutek. Hehe.. Asiknya punya personal banking advisor, setiap punya pertanyaan atau mau minta tolong, tinggal telepon ke mejanya langsung. Nggak perlu kontak nomor pusat lagi, nggak perlu ngomong sama mesin lagi. Bonus kalau advisornya cewek, bisa update toko-toko yang lagi diskon dan acara-acara keren di kota.