Buka Rekening Bank Syariah Untuk Pelajar di Inggris

Bersyukurlah Anda wahai orang Indonesia, yang bisa buka rekening tabungan hanya dengan menghampiri embak-embak CS bermodal KTP, 15 menit jadi. Prosedur buka rekening baru di Inggris cukup panjang, namun tidak serumit yang dibayangkan.

Sebelum ke bank

Pertama, kita harus telepon ke nomor pusat untuk bikin janji. Teleponnya saja bisa menghabiskan waktu 20 menit karena harus ‘meladeni’ mesin penjawab. Bisa lebih lama kalau mesin penjawab nggak tahu kita ngomong apa. Tips: silahkan sok British. :P. Setelah itu, kita akan terhubung dengan manusia betulan. Bilang aja “I’d like to open a new account.”

Suara di ujung sana kemudian akan menanyakan kode pos kita untuk tahu cabang terdekat. Kalau dari tempatku, yang terdekat adalah London Road. London Road merupakan kawasan pusat bisnis yang sibuk di Southampton. Nggak heran kalau aku baru dapat antrian minggu depan. Lama! Padahal surat-surat udah siap semua. Jadi aku minta dikasih cabang yang bisa hari ini juga setelah jam 1 siang. Dapetlah cabang Bitterne Rd, 40 menit dari rumah.

Oya, syaratnya cuma:

  • Paspor asli,
  • Kartu BRP, dan
  • Proof of Address. Karena pelajar dan belum lama di Inggris, syarat ini bisa diganti Proof of Enrollment yang bisa dicetak sendiri di portal kampus, SUSSED namanya.

Di bank yang ditunjuk

Kita akan dipertemukan dengan personal advisor untuk diwawancara. Pertama-tama dia akan tanya-tanya alias wawancara. Wawancaranya santai kok, sekedar ingin tahu kita siapa, nakal atau enggak. Hihihi… Nah, advisorku namanya Natalie. Jabatan panjangnya Senior Personal Banking Advisor di Lloyds Bank cabang Bitterne Rd. Bisa dikatakan dia penasihat pribadi dari Lloyd’s yang membantu urusan perbankanku termasuk membuka rekening.

natalie_lloydsDi Bitterne, Natalie menyambutku dengan baju polo hijau khas Lloyd’s dan maaf, bau rokok yang menempel di badan.  Rambutnya diikat ke atas, jadi terlihat tattoo di tengkuknya. Meski penampilannya nggak klimis-licin seperti pegawai bank umumnya, dia ramah dan profesional. Nah, walaupun judul jabatannya ADVISOR, Natalie nggak boleh merekomendasikan produk perbankan apapun. Yang bisa dia lakukan adalah menyampaikan produk apa aja yang bisa aku ambil. Info ini nggak bisa didapet di internet karena bank nggak boleh buka-bukaan produk di websitenya.

Produk perbankan untuk pelajar internasional yang tinggal <6 bulan di Inggris

Kata Natalie, aku bisa buat rekening Cash, Classic, atau Shariah. Cash dan Classic ini produk Lloyd’s Bank yang nggak ada potongan administrasi bulanannya. Tetapi nggak kasih bunga juga. Bedanya, rekening Cash nggak bisa buat kartu kredit karena rekening dia hanya dipakai seperti dompet, transaksinya nggak dinilai, dan saldonya nggak bisa negatif. Kalau Classic, transaksi kita bisa dipakai untuk dasar buat kartu kredit dan bisa overdraft juga. O iya, rekening di Inggris  umumnya bisa overdraft. Dengan kata lain, kita bisa punya saldo minus alias hutang. Ini penerapan peribahasa ‘Besar pasak daripada tiang’ banget sih. Jangan sedih, overdraft ini nggak gratis. Bank akan minta persenan sesuai besarnya ‘utang’ kalau kita overdraft.

Rekening Shariah Lloyd’s Bank

Nah, kalau rekening Shariah nggak bisa overdraft. Lucu deh, Natalie nggak bisa baca ‘Shariah’, jadi cuma nunjuk-nunjukin layar monitor. Haha.. Tapi dia bisa menjelaskan, bagaimana tabungan Shariah di Lloyds Bank, siapa yang berwenang atas kesyariahannya. Rekening Shariah di Lloyd’s nggak ada bunga, kredit, syarat saldo minimum, biaya transaksi, apalagi overdraft terencana. Lloyd’s Bank menjamin uang kita akan tetap di Lloyd’s, nggak akan digunakan untuk kegiatan atau transaksi berbasis bunga maupun yang tidak bisa diterima secara syariah. Produk inilah yang aku ambil.

Lloyd’s Bank memakai jasa dua cendekiawan independen yaitu Mufti Muhammad Nurullah Shikder dan Sheikh Nizam Yaquby. Shikder mempelajari Shariah spesialisasi Fiqh di Darul Uloom al Arabiyya Al Islamiyya, Bury, Inggris. Tahun 2009 dia mendapat ZAKI BAIDAWI Award sebagai Outstanding Young Shariah Advisory. Sedangkan Yaquby anggota Shariah Committee di berbagai institusi keuangan Islam di dunia. Ia bergelar BA dari McGill (Economics & Comparative Religion), PhD (Islamic Law), dan merupakan profesor tafsir, hadist, serta fiqh ternama di Bahrain sejak 1976.

O ya, jangan harap dapet buku tabungan ya. Semua serba online atau pos. Oleh-oleh buka rekening cuma booklet tentang produk yang diambil, buku petunjuk Banking Charges 15 halaman, Personal Banking Terms and Condition 60 halaman! Sekitar 3 hari setelah buka rekening, kartu debit kita akan dikirim lewat pos. Pin juga dikirim terpisah lewat pos. Kartu debit ini terafiliasi dengan jaringan Visa sehingga bisa dipakai untuk belanja online. Kalau di Indonesia seperti kartu debit Bank Mandiri.

Walau prosedurnya panjang, bikin rekeningnya aja cepet kok. Total cuma 10 menit. Ya asalkan nggak sambil ngerumpi, nggak diselingi diskusi ‘Kapan River Island diskon’, apalagi bahas warna kutek. Hehe.. Asiknya punya personal banking advisor, setiap punya pertanyaan atau mau minta tolong, tinggal telepon ke mejanya langsung. Nggak perlu kontak nomor pusat lagi, nggak perlu ngomong sama mesin lagi. Bonus kalau advisornya cewek, bisa update toko-toko yang lagi diskon dan acara-acara keren di kota.

Rumah di Bekasi, KPR Konvensional atau Syariah ya?

11148447_10205507531461339_3422367166766370323_nBuat aku dan suamiku, ini adalah rumah pertama kami. Sudah sejak lebaran tahun lalu kami berburu. Setiap malam, pulang kantor, kami sibuk browsing properti dari gadget masing-masing. Di akhir pekan, kami bermotor ke Bekasi mengunjungi properti-properti yang menarik. Memiliki hunian layak di Bekasi sudah sejak lama menjadi impian kami.

Kenapa Bekasi?

Kalau ada kawan bertanya demikian, ku jawab dengan kenes, “karena aku punya jet pribadi.” Hahaha… Becanda. Beberapa sanak saudara kami tinggal di Bekasi. Selain itu, Bekasi khususnya Bekasi Barat merupakah daerah yang sudah ‘terbentuk’. Sarana dan prasarana sudah sangat lengkap. Dengan berbagai keuntungan tersebut, harga properti di Bekasi tentu tidak murah. Apalagi rumah yang kami inginkan berada 1 km saja dari Stasiun Kranji. Untuk hunian seluas 200 m2 harganya minimal 1 miliar rupiah. Angka yang fantastis! Sayangnya nama belakang kami tidak terdaftar di jajaran 100 orang terkaya Indonesia seperti ‘Bakrie’ atau ‘Hartono’. Tidak mudah bagi kami untuk membeli sebuah rumah. Jadi, demi mewujudkan mimpi hunian ideal, kami pun harus putar otak.

Bagaimana mewujudkan cita-cita punya rumah?

Setelah konsultasi dengan para pakar dan sesepuh, kami memutuskan ambil Kredit Perumahan alias KPR. Adalah suami saya yang sangat teliti dengan angka mencari referensi KPR. Bahkan 5 tahun lalu sebelum kami menikah, ia mendaftar kartu kredit hanya supaya namanya muncul di database Bank Indonesia dengan reputasi kredit ‘Lancar’. Katanya, supaya kelak kalau daftar KPR mudah diterima. Visioner kan suami aku.. 😉

Tahu KPR dari mana?

Banyak sumber jadi sasaran kepo kami. Melamar KPR memang harus amat sangat teliti, seteliti melamar gadis. Kami mengandalkan berbagai sumber informasi, seperti:

  1. Website masing-masing bank,
  2. Blogger independen (bukan endorse atau blogger berbayar),
  3. Diskusi dengan teman-teman yang sudah mendaftar KPR,
  4. Kawan-kawan yang bekerja di bank,
  5. Situs pembanding KPR, sikatabis.com

Akhirnya pilih KPR di mana? Dari berbagai sumber di atas, pilihan kami pun mengerucut ke bank syariah. Sebetulnya kami nasabah bank konvensional yang sangat loyal. Walaupun kami muslim, kami tidak pernah menyentuh Produk Keuangan Syariah sebelumnya. Namun ada beberapa kelemahan KPR Konvensional yang tidak bisa kami tolerir:

  • Bunga fluktuatif. Memang di tahun-tahun pertama cicilannya relatif lebih ringan, tetapi di tahun berikutnya mengikuti bunga pasar. Bunga bisa tiba-tiba melejit kalau situasi pasar kurang mendukung.
  • Ketidakpastian besarnya cicilan hingga akhir periode. Hal ini termasuk efek dari bunga fluktuatif tadi. Karena mengikuti bunga pasar, sulit memprediksi berapa rupiah yang harus kami bayar apalagi kalau ambil tenor panjang, 15 tahun.
  • Ada denda atau pinalti bila pelunasan dipercepat. Sebetulnya ini bisa kelemahan, bisa kelebihan. Bagi nasabah santai dan woles, mungkin ini jadi kelebihan karena tidak harus ngoyo buru-buru cari uang. Tetapi bagi kami yang optimis serta kerap gatal-gatal kalau ingat hutang, ini jadi satu kelemahan.

syariah2Produk Keuangan Syariah yang kami pilih adalah KPR Jual Beli alias Murabahah. Bank Syariah membeli rumah yang kami mau terlebih dahulu. Kelak, rumah itu diberikan setelah cicilan kami lunas. Beberapa alasan kami memilih produk ini antara lain:

  • Besarnya margin sudah ditetapkan sejak awal. Berbeda dengan KPR Konvensional yang bunganya fluktuatif, margin KPR Syariah bersifat tetap hingga akhir periode dan ditentukan saat akad. Jadi kalau tahun pertama cicilannya Rp 5 juta, sampai 15 tahun mendatang pun akan tetap Rp 5 juta.
  • Menariknya, saat akad kami dapat print-out rincian cicilan dari bulan pertama hingga ke-180 alias bulan terakhir di tahun ke-15 tanpa peninjauan kembali atau revisi. Di print-out tersebut mereka juga menguraikan ke mana perginya uang kita, apakah untuk membayar margin atau cicilan rumah itu sendiri alias uang pokok.
  • Karena margin yang flat, sangat membantu kami membuat perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi kami tidak khawatir menangis tragis makan aspal kalau tiba-tiba cicilan rumah meroket.
  • Tidak ada denda maupun pinalti bila pelunasan dipercepat. Bahkan sebaliknya, bisa jadi kita dapat ‘diskon’. Cihuy!

Meski demikian, bukan berarti KPR Syariah di Indonesia hadir tanpa cacat. Karena jumlah kantor cabang bank syariah dan ATM yang langka, gerak kita sangat terbatas. Termasuk dalam hal melakukan transaksi keuangan. Untungnya, KPR saya memakai sistem autodebit. Saya hanya perlu transfer ke rekening bank syariah sebelum tanggal jatuh tempo, selebihnya biarkan automasi bank bekerja. Bagi yang sedang mencari rumah, atau referensi kredit perumahan, semoga blog ini bisa memberi sedikit pencerahan. Apabila perlu informasi dari pihak yang lebih kredibel, silahkan mengunjungi website berikut:

  1. Produk Keuangan Syariah
  2. KPR Syariah vs KPR Konvensional
  3. Kalkulator KPR Syariah (SikatAbis.com)

Selamat berburu! 🙂


UPDATE:

Artikel ini telah memenangkan iB Blogger Competition 2015. Mengapa? Jawabannya dibahas lengkap di sini. Masih ada Periode 2 dan 3, ayo ikutan! Mampir saja di halaman ini, kemudian daftarkan email kamu supaya dapat notifikasi. Semoga sukses!

PS: Terima kasih dan salut untuk Panitia iB Blogger Competition hingga blog saya dikupas habis-habisan. 🙂