Jurnal Alhamdulillah

Beberapa waktu lalu saya mewawancarai seorang wanita keturunan India, Sony Jethnani namanya. Sony adalah pribadi yang menarik. Ia begitu enerjik, tulus, dan insiring. Wanita yang dibesarkan di Pasar Baru tersebut berbeda dari narasumber saya lainnya. Dia bukan direktur atau manajer, tapi jalan pemikirannya luar biasa!

Sony bercerita setiap setelah bangun tidur dan sebelum tidur ia menulis Gratitude Journal. Hal-hal baik yang ia syukuri ditulisnya di jurnal tersebut. Saya mengikutinya. Saya menulis Jurnal Alhamdulillah instead of diary. Alhamdulillah, efeknya luar biasa! Saya semakin dekat dengan Allah karena semakin sayang. Saya juga semakin semangat menghadapi hari-hari saya, semakin legowo dengan masalah-masalah yang datang, and yes, God Loves us! I’m sure He Loves the way we are!

Jurnal Alhamdulillah mengurangi derajat mengeluh saya, meski belum sepenuhnya. Rasanya semua orang harus coba walaupun nikmat Allah sebenarnya jaaaauh lebih banyak dari apa yang tertulis di jurnal. 🙂 Tika Widyaningtyas
http://swa.co.id/author/tikawidyaningtyas