Kantorku lagi heboh Piala Dunia nih, ngantornya pada pake jersey. Nggak cuma jersey, kita juga harus dukung tim masing2 dengan kostum, desain kubikel, serba heboh deh pokoknya!

Ini foto kami, Researcher, Finance, dll di pantry. Eksis abiz! – with Nana at TNS Office Wisma Metropolitan II

View on Path

This is the untold story behind Apple Indonesia..

Dua tahun lalu saya menulis tentang desas-desus dibukanya PT Apple Indonesia. Beberapa petinggi IT sudah lama mendengar kabar ini, termasuk Pak Andreas, Direktur Global Teleshop. Dia mendengar kabar tersebut sejak 2 tahun lalu. Pernyataan beliau saya dicantumkan di berita tersebut.

Munculnya kabar ini bermula dari iklan lowongan pekerjaan di LinkedIn untuk posisi HR Manager. Namun apakah informasi itu yang menggerakkan saya menulis kabar ekspansi Apple? Bukan.

Beberapa hari sebelum The Next Web merilis rencana Apple ini, salah satu wartawan senior SWA melakukan wawancara dengan direktur marketing produsen smartphone ternama. Wawancara saat itu adalah tentang keputusan sang direktur pindah dari perusahaan produsen smartphone A ke smartphone B. Uniknya, belum genap setahun menjabat, sang direktur mengaku sedang dalam proses “audisi” menjadi direktur marketing Apple Indonesia. Tentu dengan bisik-bisik “off the record”. Kalau tidak salah, Adit Kompas mengulas ini di medianya.

Setahun setelah wawancara, sang Direktur malah lompat ke perusahaan handphone (bukan smartphone) lokal. Meh..

Akhir Mei kemarin, Apple akhirnya buka kantor di Indonesia. Bahkan jadi tetangga kantor saya. Apple di WTC 2, kantor saya di WTC 6. Meski demikian, Apple masih belum mengungkapkan siapa nahkodanya. Dan saya makin penasaran dan gatel. Gatel karena kantor Apple di gedung sebelah, dan Kamar Dagang Amerika 4 lantai di bawah kantor saya. Rasanya pengen nyamperin trus nanya. Hahaha… – with Aprillia, Aditya Panji, Corry, and Bambang K.

View on Path

Tau WordPress kan? Itu lho, huruf W paling kanan di “Share on” waktu kamu update Path. Itu sederhananya. Yang canggihnya, WP itu platform web open source yang dipakai 22,3% web di dunia. Termasuk Tikawe.com. Hahaha…

Founder WP sekaligus CEO Automattic, Matt Mullenweg, menyambangi WP Jakarta sejak kemarin. Semalam dia jadi pembicara di The 3rd Jakarta WordPress Meetup di Binus Anggrek. Dia banyak update tentang WP dan Automattic. Bagian terbaiknya adalah rencana menyempurnakan aplikasi mobile WP.

Pagi ini Matt bertemu jurnalis media lokal, asing, dan televisi. Agak deg-degan ketika Matt diwawancara Bloomberg TV. Bukan apa-apa, cuma khawatir mereka shoot kakinya. Dia dengan santainya pake sendal, bo! Untung cuma acara makan-makan informal. Yang kocak justru di Meet-up nya. Pasalnya, partisipan Meet-up tidak disarankan pakai sandal mengingat tempatnya di kampus juga. Eh lha kok dia naik panggung sendalan. Ealah le..le..

View on Path

Outing Ke Korea: Orang Baik Di Korea

Seharusnya aku bercerita tentang tempat-tempat menarik di Korea. Tapi ada cerita yang lebih menarik, yaitu tentang hubungan baik dari koyo ini.

20140524-001214-734679.jpg

Hari pertama di Korea, rombongan outing kantor kami berkunjung ke N Seoul Tower. Jalannya menanjak tanpa anak tangga. Buat kaki yang baru terjun dari pesawat Soetta-Incheon 6 jam, perjalanan ini cukup menyisakan derita. Nama deritanya adalah njarem alias memar. Apalagi kami mendaki tanpa pemanasan.

Karena nggak ada tujuan ke gunung di itinerary, ku ikhlaskan pain reliever Counterpain ditinggal di rumah. Eh ternyata butuh gara-gara pendakian singkat nan sepele ini. Akhirnya ku serbu minimarket GS 25 di hotel tempatku menginap.

Untuk diketahui, belum banyak orang Korea yang lancar berbahasa Inggris. Agak Pe eR menjelaskan bahwa aku butuh pain reliever, balsem pegal, atau koyok. Saking clueless-nya, Mbak Rina membantu berbicara dengan penjaga toko menggunakan bahasa tubuh. Ya akting keseleo gitu biar si penjaga ngerti.

Akting pertama, dia menebak kami perlu perban. Tetot! Akting kedua, tebakan bergeser ke obat luka luar. Tebakan ketiga dia jawab, “Koyok?”.

Spontan, aku dan Mbak Rina sumringah. Lha tapi kok dia ngerti koyok?

“Orang Indonesia?”

“Iya, iya!” jawab kami semangat.

“Oh, saya pernah di Indonesia 2 tahun.”

Yaelaaaah.. Kenapa kagak bilang dari tadi elu ngarti Bahasa Indonesiaaaaa…

Kami pun berpelukan seperti bertemu saudara lama. Suaminya ikut senang melihat kami. Mereka banyak membantu rombongan kami selama di Siheung.

Ada saat Mbak Nurma butuh gula sachet, namun GS 25 tidak menjual produk semacam itu. Gula ada sih, tapi sekilo. Ya kali bikin kopi segelas gulanya sekilo. Haha… Penjaga toko yang akhirnya ku ketahui bernama Sun Tan Kim ini memberikan opsi lain. Dia meminta suaminya ambil gula sachet dari kafe kecil GS 25. Enam sachet gula ia berikan cuma-cuma pada Mbak Nurma. Gretonk, bok!

Di lain kesempatan, Mbak Ani beli lilin ulang tahun. Sebagai ungkapan ikut senang, Sun Tan Kim memberikan lilin, sendok, dan berbagai perlengkapan kue ulang tahun lainnya, dan lagi-lagi gratis.

Yang paling menyenangkan, adalah ketika aku mampir beli susu pisang sejam lalu. Kali ini enggak gratis. Tapi dia memberi kami souvenir khas Korea. Baik bangeeeett..!! Setelah itu kami foto berdua dan bertukar nomor telepon. Wew..

20140524-004300-2580701.jpg

30 Menit Menuju Korea : Tiga Sekawan

30 menit lagi pesawat kami berangkat ke Korea dengan Korean Air. Sesuai jadwal, kami akan tiba di Bandara Incheon jam 7 pagi, dengan beda waktu 2 jam. Cihuy!

20140520-212652-77212753.jpg

Ada yang lucu ketika antri cek in di Bandara Soetta. Tempat duduk kami sudah ditentukan saat booking tiket. Nah, saat cek in, Pak Ranabir minta ke petugas cek in agar bisa duduk dengan Mbak Diah. Pas mereka dalam proses cek in, aku ikut ngerumpi. Eh, jadi ikutan deh. Jadilah kami duduk bertiga di seat 40. Tiga Sekawan. Hahaha…

O iya, berikut tempat tujuan kami selama di Korea:

20140520-213204-77524360.jpg