Bye, Remote Working!

Mulai hari ini saya harus ke kantor setiap hari. Setelah dihitung betul, ini artinya saya harus berhemat +- 1,5 juta rupiah per bulan dan 4 jam sehari untuk commute seperti kaum urban pinggiran Jakarta lainnya. Di antara berdesakannya KRL Manggarai-Sudirman pagi tadi, buku asal Korea ini menyentil saya. I squeeze myself into the subway car. People are crowded all around me. I can either get annoyed or think it’s fun that I don’t have to grab a handrail. People react differently to the same situation. If we look at it more closely, we see it’s not the situation that is … Lanjutkan membaca Bye, Remote Working!

Beri peringkat:

Review Buku-Buku Bule dan Indonesia

Ketika batas negara semakin kabur, Jakarta terasa makin campur-campur. Pendatang berkulit putih (Kaukasoid) dari Eropa dan Amerika pun meramaikan dinamika silang budaya di Indonesia.

Berikut ini buku-buku yang mengisahkan dinamika tersebut. Dua buku ditulis oleh pendatang asal Eropa, satu buku oleh orang Indonesia. Dari ketiga buku ini, kita dapat melihat bagaimana dinamika beda budaya itu terjadi, dari sisi kita empunya tanah, maupun sisi pendatang. Lanjutkan membaca “Review Buku-Buku Bule dan Indonesia”