Bapak

Sejak kecil, ketika masih di pabrik gula, Bapak sering membawa saya ke pabrik. Sambil kerja, Bapak menceritakan proses pembuatan gula, bagaimana mesin-mesin tua raksasa bekerja, mengenalkan saya pada tim kerjanya, bagaimana buruh pabrik bekerja dan diupahi, supaya saya bersyukur serta tak lelah menuntut ilmu. Sampai saya dewasa, Bapak tidak pernah canggung membawa saya ke pabrik, atau ‘calon’ pabrik seperti di belakang saya ini. Belum ada deru mesin berat. Hanya tujuh buruh kasar pemasang rangka atap beratraksi di puncak kerangka. Belum lama ini Bapak meminta mereka mengenakan safety belt, walaupun sedikit ribet. “Kalau jatuh, bisa saja langsung diganti kuli yang lain. … Lanjutkan membaca Bapak

Beri peringkat:

stamp

Surat Cinta dari Loveland

20140402-001854.jpg

Suatu siang, sepucuk surat mendarat di meja kerjaku. Di era email dan sosial media, surat adalah barang langka. Apalagi surat ini ditulis tangan, ada perangko berstempel. Bukan surat blast promosi, bukan tagihan kartu kredit. Di belakangnya ada sticker hati merah jambu, bertabur gemerlap glitter. Surat cinta!

Nama dan alamatku tertulis besar-besar di sisi kanan amplop. Di pojok kiri bawah, stempel merah bergambar bocah kecil dengan panah cinta dan daun-daun waru mengotaki syair singkat.

Ya Tuhan, aku dapat surat cinta!

Lanjutkan membaca “Surat Cinta dari Loveland”

Farewell Letter dan Penggalan SWAnizer

aSepanjang perjalanan karir, menulis farewell letter tentu bukan hal yang kita inginkan. Pertama kali menulis farewell letter untuk keluarga FAB Cargo dulu perlu waktu semalam suntuk lantaran saya mengurai kesan dan pesan untuk tiap orang. Belajar dari pengalaman itu, ternyata farewell letter cukup ampuh menjaga komunikasi dengan klien maupun co-worker. Sampai sekarang kami masih berkomunikasi, saling bertukar informasi. Sayangnya, sekali lagi saya harus menulis farewell letter. Kali ini lebih sulit karena inspirator saya lebih banyak. Teman kantor, teman sesama wartawan, dan teman yang saya kenal dari setiap kesempatan liputan / wawancara, ternyata banyak sekali. Setelah merenung di HokBen stasiun Gambir … Lanjutkan membaca Farewell Letter dan Penggalan SWAnizer

Beri peringkat:

Hijabee The Victory

Hijabee Masuk Tivi di Kuis Flexi CengLi

Assalamu ‘alaykum, Bees..

Apa ya yang terjadi ketika ada dua perempuan berkumpul di satu tempat? Mereka akan saling curhat, mengungkapkan kisah hidup masing-masing. Bagaimana bila ada tiga perempuan di satu tempat? Hm, yang ada pasti obrolan serius tentang si dia, temannya si anu, mamanya si itu, hingga neneknya yang begini-begitu. Nah, kalau ada TIGA PULUH perempuan seru berkumpul di satu tempat? Seruuuu!!

Itulah yang terjadi pada 4 Februari 2012 lalu. Lebih dari tiga puluh Bees menikmati atmosfer malam Minggu yang berbeda dari biasanya. The Bees buzzed gorgeously at City of Tomorrow aka CITO.

Hijabee di Flexi CengLi
Hijabee di Flexi CengLi

Lanjutkan membaca “Hijabee Masuk Tivi di Kuis Flexi CengLi”

Four Thumbs Up Penulis Indonesia!

Akhir pekan selalu sukses jadi alasan bermalas-malasan. Apalagi ketika hujan sudah lebih dulu terbangun sebelum mata kita. Hm, udara pagi yang sejuk dan ‘basah’ adalah harta karun terindah bagi siapapun yang bosan dengan panas Surabaya.

Itulah yang terjadi pagi ini. Ketika jam dinding menunjukkan pukul 7.30, kelopak mata saya masih enggan bercerai. Badan pun semakin mesra dan intim dengan kasur. Kalau sudah begini, yang biasanya saya lakukan adalah mencari remote TV Tunner, membiarkan ocehannya menarik perhatian hingga mata ikhlas terbuka.

Ketika tangan meraba mencari teman tidur paling setia setelah handphone, otak saya ‘salto’. Ia melompat, berputar ke belakang hingga memori beberapa hari lalu. Hari ketika saya harus ‘menyekolahkan’ monitor PC ke kios bersemboyan Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah. Berkolaborasi dengan TV Tunner, monitor inilah yang biasanya membangunkan pagi saya. Namun, untuk sebuah workshop atau pelatihan, tak apalah ia istirahat sejenak di sana.

“Yang penting saya harus hadir di tengah cerpenis Surabaya tanggal delapan nanti,” gumam otak ndhridhis (banyak tingkah) saat itu.
Lanjutkan membaca “Four Thumbs Up Penulis Indonesia!”