If you could find a good job in other big cities like Surabaya, Bandung, or Medan, would you leave Jakarta? If not, why?

If you could find a good job in other big cities like Surabaya, Bandung, or Medan, would you leave Jakarta? If not, why?

I’d like to know what makes people stay in Jakarta other than money. Is it worth the flood, the traffic jam, the pollution? Lanjutkan membaca “If you could find a good job in other big cities like Surabaya, Bandung, or Medan, would you leave Jakarta? If not, why?”

10 Fakta Kresnayana Yahya dari Lingkaran Akademisnya

Kresnayana YahyaTanggal 1 September lalu, salah satu dosen senior sekaligus pendiri Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kresnayana Yahya, akhirnya purnatugas sebagai pegawai negeri sipil. Sebagai bentuk terima kasih, Divisi Pers Himpunan Mahasiswa Statistika ITS bersama jurusan menerbitkan buku berjudul “Sosok dan Kiprah Kresnayana Yahya: Sang Pejuang Statistika di Mata Mereka”.

Lanjutkan membaca “10 Fakta Kresnayana Yahya dari Lingkaran Akademisnya”

WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan

Mesakke Bangsaku, salah satu yang paling diincar pengunjung WSYDN

Sepuluh tahun terakhir, lebih sering download lagu gratis atau beli CD original?

Seiring perkembangan teknologi, kepingan CD dan DVD mulai ditinggalkan. Memang tidak betul-betul hilang, namun download file mp3 di situs berbagi seperti 4shared lebih digemari. Ketika internet masuk desa, download lagu gratisan semacam ini jadi semakin lumrah. Tanpa sadar, mereka mendukung pembajakan, memiskinkan seniman. Tanpa sadar.

“Suatu hari, Glenn ngetwit tentang lagu barunya. Ada follower dia yang RT, ‘Downloadnya di mana Kak?’ atau mention ‘Baru download lagunya @GlennFredly’ pakai twitpic hasil downloadnya,” kata Pandji Pragiwaksono, komika stand-up comedy di FX Sudirman, 20 April 2014. Itu konyol! Lanjutkan membaca “WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan”

Post-Journo Syndrome I

Post-power syndrome adalah suatu gejala yang terjadi dimana si penderita tenggelam dan hidup di dalam bayang-bayang kehebatan, keberhasilan masa lalunya sehingga cenderung sulit menerima keadaan yang terjadi sekarang.  (Psychology Study Club UII, 2012)

Banyak artikel tentang post-power syndrome di internet. Penyakit psikologis ini diulas di berbagai forum, jadi materi jualan asuransi pensiunan, bahkan punya Facebook fan page. Kata Google Trends, rating pencariannya juga semakin meroket. But hell, nggak ada satu situs pun yang bahas Post Journo Syndrome. Tidak satu pun. Uff… Apa iya aku harus bikin halaman wikipedia sendiri biar semua orang di dunia tahu bahwa Post Journo Syndrome does exist??

Post-journo syndrome adalah suatu gejala yang terjadi di mana penderita adalah mantan jurnalis dan hidup dalam bayang-bayang kekuasaan, kepopuleran, dan kemewahan masa lalunya sehingga cenderung sulit menerima keadaan yang terjadi sekarang.

Great! Anggaplah aku sukses mendefinisikan post-journo syndrome. Tapi ini belum cukup untuk satu halaman Wikipedia. Aku juga harus menjelaskan gejalanya. Lanjutkan membaca “Post-Journo Syndrome I”