Born Cold-Blooded

Do you remember your biology teachers said mammals, including human, are warm-blooded, which means we can maintain fairly stable body temperatures despite the environmental conditions around us.

But, do you know that 2% human population in this world are actually cold-blooded? These humans are in a never-ending struggle to stay warm. We call them INTJ.

Lanjutkan membaca “Born Cold-Blooded”

Tahun yang buruk?

Photo by Yaroslav Danylchenko on Pexels.com

Barangkali keenggananku menulis Resolusi 2020 di buku harian tahun lalu adalah sebuah pertanda. Pertanda bahwa resolusi 2020 yang tercapai hanya bertahan dan beradaptasi.

Bagi banyak orang, 2020 begitu buruk. Pertumbuhan ekonomi minus, pertumbuhan virus malah surplus.

Para analis memprediksi situasi Indonesia di 2021 tidak akan lebih baik. Virus tak keurus, kalah cepat dengan diketuknya palu Omnibus.

Mudah sekali menghitung kecacatan 2020. Diawali dengan banjir besar, lalu banjir kabar duka. Hampir setiap pekan setidaknya 4, 5 kabar duka melintas di lini masa. Tak peduli tua dan muda, miskin dan kaya, semua golongan terima jatah Corona.

Apakah tahun 2020 begitu buruk?

Lanjutkan membaca “Tahun yang buruk?”

Ngefans

View this post on Instagram

Trailer The Crown Season 4 udah keluar nih. Ini season yang paling aku tunggu karena fokus cerita ada di misteri kehidupan Putri Diana. Sebetulnya dulu aku nggak terlalu 'into' kehidupan Kerajaan Inggris. Bahkan selama tinggal di Inggris, Istana Buckingham nggak pernah masuk bucket list. Masuk pun karena nge-guide tamu dari Indo. Sampai suatu pagi mau grebeg flat @hbudyanto, salah stasiun turunnya. Harusnya turun Westminster, malah turun St. James's Park. Itu tuh ibarat mau turun Jatinegara, malah ke Manggarai. Deket, tapi susah cari kereta balikannya. Jadilah keluar, jalan kaki ke Westminster, geret2 koper maxi si Adi yang mau aku balikin. Nah ternyata pagi itu adalah perayaan Ulang Tahun ke-92 Ratu Elizabeth versi spring. Ratu Inggris ultahnya 2x setahun, dan versi spring ini perayaan besarnya. Maka terjebaklah sayanya di antara kerumunan die-hard hamba Bu Ratu. Mereka datang dari Eropa, Kanada, Amerika, sampai nginep pasang tenda demi lihat lambaian tangan Bu Ratu. Dan ketika Bu Ratu lewat pakai kereta kencana, SEMUA NANGIS! Asli, pada nangis seneng banget. Padahal jaraknya jauh banget. Sebagai INTJ Anti sosial yang awkward liat luapan emosi demikian, aku lanjut motret aja biar nggak terlihat kikuk. Baru setelahnya memberondongi Adi dengan pertanyaan yang lebih sering dijawab, "Serius Tik lu nggak tau?" Sejak saat itu aku suka ngulik kenapa orang suka ini-itu. Yang terakhir, aku ngulik kenapa orang suka BTS. Ini berlanjut mukbang buku & majalah terkait BTS & industri K-Pop di @periplusid . Menurut aku, orang ngefans banget sama orang lain itu karena perasaan bisa relate, punya value yang sama, tapi si idolanya ini hidup di impian kita, a living dream. Ya nggak sih? Atau ada alasan lain?

A post shared by The Wordy World of TikaWe (@tikawecom) on

Mengatasi Kesedihan dan Kehilangan

I have just lost my pet. I am so stupid and I know it.

Mengatasi kesedihan dan kehilangan bukan perkara mudah buatku. Aku dibesarkan dengan ekpektasi sangat tinggi sehingga mengekspresikan emosi sedih itu tabu. Kesedihan hanya untuk yang lemah.

Ketika pintu kamar ditutup, musik menyala, menutup huru-hara di kepala.

Why this happen to me?

Why am I so stupid?

I shouldn’t do such stupid things…

Lanjutkan membaca “Mengatasi Kesedihan dan Kehilangan”