Hari ke-10 Karantina Diri

Pas di kantor, pengennya pulang di rumah. Sudah di rumah, pengennya ngantor.

Hari kesembilan mengkarantina diri di rumah, mulai merasa bosan dan kesepian. Walaupun ada anak di rumah, tentu anyep rasanya hari-hari tanpa “ghibah”.

PARTY TIME

Rasa kesepian saya cukup tertolong ketika seorang teman dari Italia merayakan pesta ulang tahun besar-besaran. Dia mengundang lebih dari 70 orang. Ada 34 orang yang datang. Berkumpul di tempat yang sama, Skype Meeting.

Teknisnya:

  1. Bikin group ghibah tertutup dulu
  2. Pastikan semua anggota group familiar dengan platform yang sama. Misal yang kita pakai kemarin adalah Skype.
  3. Bikin Meeting Group di Skype lalu share tautannya di group ghibah tadi.

Biar pestanya lebih meriah, dia share resep sederhana kue khas ulang tahun di Italia, Brigadeiros. Bentukannya kalau sudah jadi dan cakep adalah serupa bola-bola cokelat.

Brigadeiros

Rasanya jauh lebih manis karena komposisi utamanya susu kental manis. Resepnya bisa dilihat di sini. Kalau diterjemahkan kurang lebih cukup memanaskan butter, tambah SKM, dan bubuk kokoa di sauce pan (panci anti lengket).

Tampilannya jangan ikut gambarku di atas yak. Itu udah ala kadarnya banget bikin jam 1 dini hari buat meeting jam 5 pagi.

PRIVATE PUBLIC SPEAKING CLUB

Sudah lebih dari 6 bulan aku absen dari Toastmaster meeting. Maka ketika klub Toastmaster kesayangan Kebayoran TMC mengadakan Skype meeting, langsung sikat!

Blessing in disguise. Di tengah rasa jenuh dan sepi, banyak klub Toastmaster yang menjelma jadi klub online. Beberapa klub masih menyelenggarakannya secara privat, tertutup untuk anggota klub. Tetapi ada juga beberapa klub yang membuka club meeting untuk tamu secara online.

ONE CLICK AWAY

Selama 10 hari karantina seperti mengkonfirmasi hasil tes-tes psikologi yang pernah aku ikuti. Terutama bahwa aku Ambivert, bukan ekstrovert apalagi introvert. Apa bedanya? Pernah ku tulis di sini.

Sebagai ambivert, aku sangat menikmati kesendirian, nulis, baca buku, scroll medsos, dsb. Tetapi ada satu titik di mana “energi” introvertku habis. Kalau sudah begini, harus segera ketemu manusia.

Biasanya aku ngajak ketemu teman, sekedar ngopi atau pulang bareng. Tapi dengan situasi demikian, ternyata Skype cukup membantu. Selain itu aku beruntung punya anak-bojo yang bawel, adik dan Ibu yang hobinya video call mulu, dan DM Instagram yang belakangan semakin riuh.

Gabut banget ya ges? Hahaha… I enjoy it, tho.

Kalau kamu suka merasa sepi seperti aku, butuh kawan ghibah atau sekedar ngomongin cuaca, I am just one click away! Hit me up!

DI RUMAH AJA,
JANGAN LUPA CUCI TANGAN,
JANGAN LUPA “DI RUMAH” ITU “DI”-NYA DIPISAH!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s