Railink: Alternatif Commuting Bekasi-Sudirman

Bagi sebagian besar warga Bekasi, commuting ke Sudirman dengan KRL adalah mimpi buruk. Sesaknya KRL melampaui batas kemanusiaan. Efeknya bukan hanya pingsan sesak napas, tetapi pelecehan seksual pun pernah saya alami. I’ll tell you about this later.

Entah apakah saya harus bersyukur karena tidak diperkosa di kereta, tetapi berbagai pengalaman buruk di KRL membuat saya terus mencari alternatif transportasi publik.

Kereta Bandara atau Railink adalah alternatif paling masuk akal dan masuk kantong. Dari Stasiun Bekasi ke Stasiun Sudirman Baru alias BNI City hanya Rp 20 ribu.

ASIKNYA RAILINK

1. Dijamin duduk, reclining seat pula

2. Ruang tunggu dan gerbong ber-AC

3. Bisa sambil nge-charge HP

4. Harga relatif terjangkau

5. Ada lavatory, toilet kering seperti di pesawat.

6. Sepi, lengang

7. Lanjut transportasi lain dari BNI City relatif mudah.

8. Bekasi-BNI City hanya 40 menit.

NGGAK ASIKNYA RAILINK

1. Jadwalnya nggak asik. Dari Bekasi jam
10.05,
11.10,
13.13,
dan 14.11.
Ngek ngok..

2. Lorong koneksi dari Stasiun BNI City ke stasiun KRL Sudirman/Karet kayak mau uji nyali;

3. Separuh seat hadap belakang, yaitu seat nomor 6 – 10;

4. Ada TV Layar datar yang posisinya aneh jadi nggak bisa disimak. Buang listrik doank.

5. Kalau lanjut pakai KRL masih harus bayar/ngetap lagi. Mudah-mudahan kabinet baru mempertimbangkan belajar dari London. Kalau naik kereta harus koneksi pakai underground/tube, nggak perlu bayar dan antri beli tiket tube lagi.

Kalau kamu melanjutkan perjalanan sampai Bandara, CONS-nya tambah satu:
Pemandangan sepanjang jalan adalah pemukiman kumuh berlatar gedung pencakar langit. Sedih.

Railink ini direkomendasikan buat kamu pekerja yang..
1. Jam kerja tidak terikat alias flexi hour,
2. Punya masalah mobilitas seperti berkursi roda atau lanjut usia,
3. Hamil muda, nggak enak minta duduk di KRL yang padat padahal perut belum buncit
4. Punya budget commuting lebih longgar.

Apabila kamu menikmati Railink hanya sampai BNI City, kamu berkesempatan berpapasan dengan sobat Rombongan Kereta (Roker). Mereka berdiri berdesakan di dalam KRL yang berhenti, mengalah supaya Railink bisa melaju kencang dan kamu duduk manis jumawa di dalam seraya melambaikan tangan pada sobat Roker di luar sana. Hahaha..

Satu pemikiran pada “Railink: Alternatif Commuting Bekasi-Sudirman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s