Yang Berjilbab Yang Ke Arab

Namanya Nur Fithriyah Athiqoh. Penuh percaya diri, ia melangkah menuju panggung dengan gamis longgar, blazer, dan jilbab lebar. Meski nama dan penampilannya keArab-Araban, ia tak hendak berqasidah apalagi memimpin doa. Ia berdakwah dengan caranya yang mencengangkan:

Dalam Bahasa Mandarin yang sangat fasih, Nur Fithriyah menyerukan kebhinekaan.

Yang peranakan, ke China aja. Yang Muslim, ke Arab aja. Yang liberal, ke Amerika aja. Nah kalau ada Muslim berbahasa Mandarin, harus ke Arab atau ke China?

Kurang lebih itulah yang disampaikan Nur dalam pidato yang disiapkan untuk Jakarta Toastmasters Summit 2017. Ia adalah perwakilan Jakarta Mandarin Toastmasters. Nur bukan satu-satunya orator pada acara tersebut. Ada juga perwakilan Jakarta Bahasa Toastmasters Club dengan monolog Bahasa Indonesia, perwakilan Jakarta Nihongo Toastmasters Club dengan Bahasa Jepang yang santun, dan tentu saja perwakilan klub-klub Toastmasters berbahasa Inggris di Jakarta.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Toastmasters adalah klub pengembangan diri dari sisi komunikasi dan kepemimpinan. Pada setiap pertemuannya, ada proyek-proyek yang harus dilakukan. Untuk komunikasi dasar, proyek pertamanya adalah Mencairkan Suasana diikuti Mengorganisir Pidato. Jadi kami pidato di klub nggak asal njeplak. Ada kisi-kisi dan tujuan yang harus dicapai.

Untuk kepemimpinan dasar, proyek pertamanya adalah mendengarkan. Iya, hanya mendengarkan. Nggak gampang lho, karena kita tidak hanya diam menghadap pembicara. Kita menyimak untuk mengkritisi. Mengkritik penggunaan ‘ah’, mengkritik pemakaian grammar, dan sebagainya. Aku setuju, untuk menjadi pemimpin harus bisa mendengarkan terlebih dahulu sebelum bicara.

Di DKI Jakarta dan Bandung sendiri ada lebih dari 50 klub Toastmasters dalam empat bahasa yang berbeda: Bahasa Indonesia, Jepang, Mandarin, dan Inggris. Yang terbanyak adalah klub berbahasa Inggris. Kita bebas memilih klub yang akan diikuti. Dalam satu klub, anggotanya macem-macem banget.

Kalau bicara klubku, British Toastmasters Club, entah kurang beda apa. Secara kewarganegaraan saja sangat beragam, apalagi etnis. Dietnya juga beda-beda. Ada yang pemakan segala, ada yang nggak makan daging, ada yang makan ikan sama sayur doank.

dsc08062
British Toastmasters Club, 26 January 2017

Kami hampir tidak pernah membicarakan perbedaan, kecuali perbedaan status. Iya, yang jomblo suka lebih heboh promosi gitu. Nggak cuma di pertemuan Toastmasters, di grup Whatsapp pun penganut sekte Jomblo Toastmasters Club ini yang paling vokal, tapi seru. Keberisikan seperti ini lho yang asik, bukan berisik ngomongin paslon idola. Konon, cinta yang terlalu, bisa berakhir pada kekecewaan yang terlalu. Cinta yang buta memberikan akal tetapi juga kekejaman. Camkan itu ya para jomblowan-jomblowati. Hehehe…

Berada di lingkungan beragam yang asik pun mendorongku untuk berpikir ulang arti toleransi. Terutama sejak orang-orang di media sosial begitu berisik menilai mereka yang anti-XYZ sebagai golongan ekstrimis yang tidak toleran. Sementara mereka ini pun sebetulnya golongan ekstrimis. Ekstrim membela XYZ hingga tak sungkan mencela kawan sebangsanya. Apa sulitnya sepakat untuk tidak sepakat? Apa sulitnya menghargai pilihan dan pikiran orang lain apapun alasannya? Apa sulitnya mendengar?

Bergabung dengan klub ini adalah keputusan yang paling tepat yang aku ambil di akhir 2016 lalu. Terima kasih, Toastmasters!

Kalau kamu, dimanapun berada, tertarik ngintipin seperti apa klub Toastmasters, cari klub terdekat di http://www.toastmasters.org/Find-a-Club. Serunya nih, kalau kamu udah gabung di Toastmasters Jakarta, misalnya, kamu juga bisa berorasi di Medan, Surabaya, Amerika, Singapura, Bangkok, di mana pun ada klub Toastmasters di dunia. Cobain lah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s