KI Tegal #2: Cita-cita saya jadi YouTuber, Mbak!

Youtuber

Anak laki-laki itu berdiri dan tersenyum meringis di depan saya. Dua gigi depan atas yang tanggal menandakan umurnya mungkin belum genap 10 tahun. Teman-teman lain seusianya ikut mengerumuni saya di belakangnya.

“Minta tandatangan sama nomer HP-ne oh, Mbak,” pintanya dengan logat Tegal cukup kental.

“Cerita ndhisit yak, bisane pengen dadi YouTuber?” (asalkan cerita dulu, kenapa pengin jadi YouTuber?)

Lagi-lagi dia hanya nyengir, enggan menjawab pertanyaan saya.

“Ganti wis, pengen dadi YouTuber kaya sapa?” (ganti deh, pengin jadi YouTuber seperti siapa?)

Sekali lagi dia nyengir tanpa menjawab. Teman-temannya justru riuh menyebutkan nama YouTuber ternama. Banyak nama yang saya nggak kenal, tapi ada satu nama yang cukup mencekat. Sebut saja YL.

Pada dasarnya saya tidak punya masalah dengan YL sampai dia mengunggah video musik kolaborasinya dengan AW. Ijinkan saya petik satu baris lirik yang paling ngehits dari lagu tersebut: Kalian semua suci aku penuh dosa.

Lha, lu banyak dosa bangga amat yak cuy? Meminjam istilah Chris Sadeva, rusak jangan ngajak!

Sebagai orang dewasa yang nggak sepaham dengan kedua idola anak muda, saya abai terhadap musik tersebut. Dengan kata lain, di usia saya yang udah lebih dekat ke kepala 3 ini saya sudah bisa menentukan sikap untuk ‘Enggak mau diajak rusak sama YL dan AW’.

Bagaimana dengan anak-anak? Terutama anak-anak SD inklusif di depan saya yang gigi susunya belum sepenuhnya tanggal?

Saya bukan satu-satunya yang mengalami ini. Pandji Pragiwaksono sudah lebih dulu mengalami. Dalam rekaman obrolan Pandji dan YL, YL berdalih tidak bisa memilih audiensnya.

Ya karena lo nggak bisa milih audiensnya, buatlah konten yang bisa dipertanggungjawabkan untuk penonton segala umur, bro! emak-emak snewen

‘Cita-cita’

Cerita lain dituturkan inspirator Kelas Inspirasi lain. Dia seorang polisi. Dengan riang dan penuh optimisme, dia berinteraksi dengan anak-anak di kelas 5.

“Ayo sebutkan, apa cita-cita kalian?”

Dokter.

Guru.

Polisi.

Selingkuh.

Wait! What? Selingkuh?! Kelas 5 SD tahu istilah ‘selingkuh’ bahkan jadi cita-cita?!

Duhai Guru SD, berat sekali tugasmu kini. Tidak cukup mengajar membaca, menulis, dan berhitung. Ketika para orangtua sibuk memenuhi pundi-pundi harta dan abai dengan konsumsi informasi anak-anak, maka tanggungjawabmu akan masa depan mereka pasti lebih berat.

Terima kasih Kelas Inspirasi, telah memberi kami kesempatan untuk mengalami semua ini. Dengan derasnya arus informasi, ayo kita bantu para guru dan orangtua untuk semakin jeli mengontrol konsumsi informasi anak-anak. Stop membagikan konten-konten di internet yang tidak cocok untuk anak-anak, dan perkaya mereka dengan konten yang sesuai usianya.

Selamat Hari Guru! Ayo ambil bagian meringankan tugas guru, memastikan masa depan anak bangsa lebih cerah dan terarah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s