Roger Thiel

Ini aku dan Roger. Aku adalah turis yang mudah lapar, dan Roger punya tempat makan enak. Aku adalah orang Indonesia yang seumur-umur baru dua kali ke Bali, dan Roger.. Dalam tahun ini saja dia sudah 4 kali ke Bali. Lombok juga. Kalah telak!

Sering banget deh, ketemu bule yang lebih sering ke Bali daripada aku. Padahal kalau dipikir-pikir, pertama kali aku ke Bali itu ya waktu study-tour SMA. Ngapain? Foto sama bule di pantai! Sumpah, kalau inget itu pengen naik mesin waktu, toyor-toyorin si Tika SMA.

Ngapain sih foto sama orang random, Tik? Tahu namanya juga enggak, main minta foto aja. Trus sekarang lo hidup di kampung bule, mau foto-foto sama mereka juga, hah? Emangnya petugas KTP, semua orang difoto?

Maaf pembacah, saya khilaf.. -.-‘

Eniwei, Roger ini empunya Flamingo Fresh Food Bar, restoran terbaik ke-2 di Berlin versi TripAdvisor. Lokasinya dekat dengan landmark Brandenburg Gate, persis depan stasiun S-Bahn Friedrischstraße, pilihan makanan banyak, ‘aman’ buatku, dan murah. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak mampir.

Aku dan Steven sampai di bar tepat jam makan siang. Tempatnya rame banget, penuh sesak orang kantoran. Antriannya panjang mampus! Begitu masuk, Roger ber-hallo ala orang Jerman dengan nampan penuh makanan di tangannya, lalu pergi. Waktu aku masuk antrian, Roger menyapa lagi,

“Hallo! Are you alright?”

Alhamdulillah.. Akhirnya ketemu manusia yang pake Bahasa Inggris!

“Sudah tahu apa yang mau dipesan? Khusus buat kamu, nggak perlu antri. Kasih tahu saya mau makan apa, trus kamu bisa duduk lagi. Nanti makanannya aku antar ke meja kamu.”

Awwww.. Baik banget.. 😍😍

Keramah-tamahan semacam ini terbilang jarang ditemui di Benua Eropa. Apalagi di Jerman dimana pembawaan orang-orangnya cenderung lebih tegang dan kaku. Yang lebih jarang lagi adalah mendapati gambar ini:

12901191_10207749666793321_5684300295613047519_o

Kamu nggak salah lihat, ini adalah lukisan tiga produk Indonesia: saos sambal ABC, kecap asin ABC, dan botol Fanta jeruk versi lama. Fanta nggak Indonesia amat sih, tapi kemasan yang satu ini mengingatkan abang-abang gerobak minuman yang biasanya mangkal di keramaian macam CFD atau Monas.

Lukisan ini ternyata menempuh perjalanan panjang dari Bali ke Berlin. Roger mengadopsi mereka dari sebuah galeri di daerah Ubud. Menurutnya, lukisan ini meningkatkan nafsu makan pengunjung barnya.

Dan meningkatkan nafsu pulang kampung sayah.. >.<

#AkuCintaIndonesia

Iklan

Satu pemikiran pada “Roger Thiel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s