Ms Lily

unnamed-3

unnamed

unnamed-4_Fotor_Fotor

Aku bingung judul apa yang tepat untuk foto ini.

Ini adalah foto Ms Lily dan sebagian mantan murid-muridnya. Semalam beliau menggelar syukuran keberangkatan 6 muridnya yang hendak kuliah ke luar negeri. Di belakang rumah, samping kolam renang kecilnya yang rimbun, ia menyediakan 2 tumpeng besar, 6 cake basah Harvest, dan 3 ice cake. Semua ini adalah inisiatif beliau pribadi.

Di usianya yang sudah melampaui setengah abad, Ms Lily mendedikasikan dirinya mendorong orang-orang ke luar negeri melihat dunia, meraih pendidikan terbaik, dan berbagi apapun yang didapat ke masyarakat Indonesia. Ia pun kini mulai menuai hasilnya. Tidak sedikit muridnya yang sudah ‘jadi orang’ dan tetap mengetuk rumahnya mengusik ketenangan. Ms aku kangen dikeramas, Ms ayuk kita nggosip, Ms aku nervous mau presentasi, Ms bacain essayku, Ms please..

Perempuan berdarah Aceh ini hobi jalan-jalan keliling Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Di setiap negara yang dikunjungi, selalu ada muridnya yang dengan senang hati menemui. Inggris, Amerika, Belanda, Jerman, sebut saja negaranya, pasti ada ‘Rombongan Sirkus’, sebutan untuk murid-muridnya.

Ms Lily tidak memiliki gelar kependidikan. Ia bukan kandidat mentri pendidikan, bukan tim ahli kementrian, juga bukan guru besar universitas ternama. Caranya mengajarku IELTS pernah ku tulis.

Ibu 3 anak ini menghabiskan masa remaja di Singapura, lalu kuliah di Amerika. Kembali ke Indonesia, ia bekerja di perusahaan minyak di Kuningan. Setelah 25 tahun bekerja, ia mengikuti kata hatinya untuk mengajar. Jadilah kemudian Ms Lily mengajar di TBI dan membuka kelas baru, Academic Writing.

Setelah 10 tahun, ia akhirnya memilih mengajar les privat untuk siapapun yang ingin kuliah ke luar negeri, selain menjadi pengajar lepas untuk pre-course UNSW. Ini adalah nazar, bila anak keduanya lolos beasiswa S2 ke Aberdeen.

Apa yang dicari Ms Lily?

Uang? Jelas bukan. Rumah mewah di Senopati, lampu kristal dan lukisan 3 miliar menampik dugaan ini. Tarif les yang ia pasang pun terbilang murah bila dibandingkan guru privat lain sekelasnya.

Ms Lily sedang menabung untuk bekalnya di akhirat. Hanya itu yang sedang dicarinya.

Iklan

4 pemikiran pada “Ms Lily

  1. Sy juga pengin belajar sm ms lily mba…kalau begitu boleh sy mnt email beliau?
    Terima kasih mba Tika
    Salam dari Pangkah Tegal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s