WhatsApp Chat dengan Klub diskusi #KNM tentang Peristiwa Mei 1998

— 7:05 PM – Herry TT: Halo! Selamat malam khalayak ramai

— 7:06 PM – Herry TT: Perkenalkan, saya Herry, Project Manager Kelas Negarawan Muda

Kelas Negarawan 2 a (1)

— 7:06 PM – Herry TT: Sebelum pada mulai berkenalan, izinkan saya menjelaskan beberapa hal

— 7:06 PM – Herry TT: Mohon bersabar untuk 5-10 menit kedepan yaa 😄

— 7:07 PM – Herry TT: Pertama, terima kasih atas perhatian dan atensi teman-teman semua dalam program diskusi online Kelas Negarawan Muda pada malam ini

— 7:08 PM – Herry TT: Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa itu “Kelas Negarawan Muda”?

— 7:09 PM – Herry TT: #KNM adalah sebuah project yang digagas oleh para relawan TurunTangan_Jakarta untuk melakukan edukasi politik untuk anak muda

— 7:09 PM – Herry TT: Segmennya ada 2:

  1. Relawan TurunTangan sendiri
  2. Anak-anak SMA

— 7:09 PM – Herry TT: Bagaimana caranya?

— 7:10 PM – Herry TT: Kami meyakini bahwa pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan) adalah pintu masuk yang tepat agar pemahaman anak muda mengenai politik tidak melulu kotor

— 7:11 PM – Herry TT: Di sisi lain, kami pun sudah bosan dengan kondisi perpolitikan Indonesia yang minim berita positif

— 7:13 PM – Herry TT: Tapi bukankah lebih baik menyalakan harapan daripada mengecam kegelapan?

— 7:14 PM – Herry TT: Maka, kami menjadikan project “Kelas Negarawan Muda” ini sbg bentuk kontribusi untuk mempersiapkan negarawan Indonesia kelak

— 7:15 PM – Herry TT: Yang kami lakukan simpel:

Membuat pelajaran PPKn yang biasanya membosankan jadi lebih aplikatif & konstruktif

— 7:15 PM – Herry TT: Saat ini kami bekerja sama dengan labschool kebayoran untuk melaksanakan project ini

— 7:15 PM – Herry TT: Huft, sekian ttg penjelasan KNMnya 😅

— 7:16 PM – Herry TT: Nah, berikutnya ttg diskusi online ini sendiri

— 7:16 PM – Herry TT: Diskusi ini sebenarnya merupakan program rutin relawan KNM untuk meningkatkan wawasan kebangsaan

— 7:16 PM – Herry TT: Biasanya hanya dilakukan di grup internal

— 7:17 PM – Herry TT: Tapi kali ini kami mencoba mengundang kawan-kawan, mayoritas relawan TurunTangan, untuk ikut berbagi ilmu

— 7:18 PM – Herry TT: Malam ini ada hampir 50 peserta diskusi yang mendaftar

— 7:18 PM – Herry TT: Kita akan mulai sesi diskusi pukul 20.00 – 22.00 WIB

Kita kasih waktu 15 menit ini untuk pak moderator menjelaskan diskusi kita yaaa

— 7:44 PM – Herry TT: Sekarang, kita persilakan Angga selaku moderator untuk menjelaskan alur diskusi kitaa yaa

— 7:44 PM – Herry TT: Silakaan Bung Angga 👨

— 7:45 PM – Anggafara: *keluar pake backsoudn we are the champions*

— 7:45 PM – Anggafara: selamat malam teman-teman

— 7:46 PM – Anggafara: perkenalkan sekali lagi, nama saya Angga, dari Kelas Negarawan Muda akan bertindak sebagai moderator di malam yang indah ini. beberapa peraturan perlu dipatuhi agar tidak terjadi kesimpang siuran dan pertumpahan darah. Kita akan berdiskusi dengan santai tapi serius supaya manfaatnya bisa kita dapatkan.

— 7:46 PM – Anggafara: Saya akan menjelaskan beberapa aturan yang akan kita jadikan acuan dala diskusi ini.

— 7:48 PM – Anggafara:

Aturan diskusi:

  1. Moderator bertanggung jawab untuk memandu jalannya diskusi agar berjalan kondusif
  2. Sesi tanya jawab akan dibuka setelah pemaparan materi dari narasumber
  3. Peserta yang akan bertanya, silahkan mengetik “☝(nama) izin bertanya”. Pertanyaan baru diajukan setelah dipersilahkan oleh moderator. Pertanyaan ditutup dengan memberikan tanda ✔, di akhir kalimat
  4. Penanya diperbolehkan memberikan satu kali tanggapan setelah pertanyaan dijawab narasumber. Dengan terlebih dahulu memberikan tanda ☝

Setelah dipersilahkan, silahkan berikan tanggapan dan akhiri dengan ✔

Contoh:

Narsum: blablabla

Momod: silahkan bagi yang bertanya

Penanya A: ☝A izin bertanya

Momod: silahkan penanya A

Penanya A: blablabla? ✔

Momod: silahkan narsum untuk menjawab pertanyaan A

Narsum: blablabla

Momod: apakah A ada tanggapan?

Penanya A: ☝A izin memberikan tanggapan

Momod: silahkan A

Penanya A: blablabla

Momod: silahkan narsum tanggapannya lagi

Narsum: blablabla

Momod: selesai

— 7:48 PM – Anggafara: nah malam ini tema yang akan diusung adalah mei 98

— 7:50 PM – Anggafara: kita akan kedatangan dua orang pemateri yang tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya dalam membahas dan mengupas mei 98.

Nah , saya akan memberikan perkenalan singkat tentang narasumber kita mala mini, yang pertama adalah mas USMAN HAMID.

Usman Hamid lahir di Jakarta, 6 Mei 1976. Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti 1999, Usman Hamid adalah mantan ketua Senat Mahasisawa Fakultas Hukum Trisakti 1998-1999, pernah menjadi perwakilan mahasiswa dalam Tim Delegasi Polisi dan Militer untuk misi uji balistik ke Montreal Kanada pada tahun 1999. Pada tahun 2001 ia ditunjuk Komnas HAM menjadi sekretaris Komisi Penyelidik Pelanggran HAM Trisakti, Semanggi I dan II untuk mengusut insiden penembakan mahasiswa pada tahun 1998-1999. Bulan November 2004 turut dalam Tim Delegasi Polri untuk misi forensik ke Belanda. Serta menjadi sekretaris Tim Pencari Fakta kasus almarhum Munir yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Desember 2004. Usman Hamid pernah menjadi koordinatoor KontraS (Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang aktif mengekspos penculikan aktivis oleh militer. Saat ini Usman Hamid aktif sebagai Direktu Kampanye dan Co-Founder dari Change.org Indonesia.

Dan Pembicara kedua kita adalah mas CHRIS POERBA, Chris Poerba adalah sosiolog cum esais. Peneliti Muda Indonesia (Finalis dalam Pemilihan Peneliti Muda Indonesia bidang Ilmu Sosial dan Budaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI (2008). Peraih Selo Soemardjan Award (2004). Pemenang Pertama Esai National Geographic Indonesia tentang Aceh Dua Tahun Setelah Tsunami (2007). Finalis karya jurnalistik feature Mochtar Lubis Award (2011). Badan Pekerja Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan/Komnas Perempuan (2012-2014). Sedang menyelesaikan Pascasarjana Sosiologi, Universitas Indonesia dengan riset tesis “Eksklusi Sosial (Etnisitas, Kelas Sosial, Gender) Dan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Etnis Tionghoa” (Studi Kasus: Tragedi Mei ’98)

— 7:50 PM – Anggafara: Dan Pembicara kedua kita adalah mas CHRIS POERBA. Chris Poerba adalah sosiolog cum-esais. Peneliti Muda Indonesia (Finalis dalam Pemilihan Peneliti Muda Indonesia bidang Ilmu Sosial dan Budaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI (2008). Peraih Selo Soemardjan Award (2004). Pemenang Pertama Esai National Geographic Indonesia tentang Aceh Dua Tahun Setelah Tsunami (2007). Finalis karya jurnalistik feature Mochtar Lubis Award (2011). Badan Pekerja Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan/Komnas Perempuan (2012-2014). Sedang menyelesaikan Pascasarjana Sosiologi, Universitas Indonesia dengan riset tesis “Eksklusi Sosial (Etnisitas, Kelas Sosial, Gender) Dan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Etnis Tionghoa” (Studi Kasus: Tragedi Mei ’98)

— 7:52 PM – Anggafara: Mas Usman Hamid akan membahas dari sisi negara dan militer dan perkembangan reformasi TNI sampai hari ini serta Bang Chris akan membahas dari sisi sosial terutama tentang konflik etnis yang terjadi pada masa dan perkembangannya sampai saat ini

— 8 PM – Anggafara: oh iya sambil menungu narsum masuk ke grup. bagi yang punya pertanyaan silahkan dibuat draftmya dulu agar tidak terlalu lama saat mengetik..

— 8:00 PM – Anggafara: terima kasih.. *seret andre kebelakang panggung*

— 8:01 PM – Herry TT added Usman Hamid

— 8:01 PM – Herry TT added Chris Poerbo

— 8:01 PM – Anggafara: Selamat malam Mas Usman Hamid dan Bang Chris Poerba

— 8:02 PM – Usman Hamid: Salam Angga, salam untuk semua.

— 8:02 PM – Chris Poerbo: Selamat malam semua

— 8:03 PM – Anggafara: seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, malam ini kita akan berbicara tentang Peristiwa Mei 98 adalah sebuah peristiwa yang cukup banyak kontroversinya sampai hari ini. Mas Usman memiliki perhatian lebih terhadap peristiwa tersebut, bagaimana Mas Usman melihat peran negara dalam persitiwa tersebut, dimana militer adalah salah satu alat negara, apakah pada masa itu ada ancaman terhada kedaulatan dan keutuhan NKRI sehingga milite perlu ikut turun dan mengambil peran?

— 8:05 PM – Anggafara: Mas Usman Hamid memiliki perhatian lebih terhadap peran negara dalam peristiwa tersebut, bagaimana mas usman hamid melihat peristiwa tersebut dalam posisi militer saat ini yang ikut juga mengambil peran, padahal tidak ada ancaman terhadap kedaulatan negara?

— 8:07 PM – Usman Hamid: Peristiwa Mei 1998, atau keseluruhan peristiwa 1998 adalah berakar pada sidang umum MPR Maret 1998. Negara dikuasai Militer atau saat itu disebut ABRI. Perannya adalah mengamankan sidang umum MPR yang memilih lagi Soeharto sbg presiden ke-7. Lebih spesifik Lagi adalah Mengamankan Soeharto dan keluarga.

— 8:08 PM – Anggafara: lebih spesifik di peristiwa mei 1998 mas..

— 8:08 PM – Usman Hamid: ABRI di bawah Jenderal (AD) Feisal Tanjung mengamankan setiap potensi kritik atau protes terhadap pemilihan Soeharto. Bahkan sejak 1996, ketika ABRI melakukan intervensi ke dalam PDI yang mulai mewacanakan leader alternatif.

Pengamanan ini ditempuh Lewat aksi militer terbuka seperti represi mimbar bebas akademik, mimbar bebas PDI. Penculikan dilakukan terhadap aktivis dan mahasiswa yang kritis, dianggap membahayakan karena menghasut publik untuk menolak pencalonan S. Aktivis mahasiswa yang diculik itu dituduh komunis.

Pelarangan mahasiswa ke luar dari Kampus. Mahasiswa yang aksi damai ke kampus, dituduh dengan stigma subversif, makar, provokator, perusuh dan komunis.

— 8:09 PM – Usman Hamid: Apakah ada ancaman keutuhan negara pada 98 sehingga militer harus turun mengamankan? Tidak ada. Yang ada adalah monetary crisis. Lalu protes bermunculan dari berbagai kalangan, mahasiswa, ahli politik, hingga kaum professional.

Alasan keutuhan negara, Dari tahun 60an militer, selalu digunakan sebagai dalih agar ABRI dibenarkan Ikut turun tangan.

— 8:10 PM – Usman Hamid: Lanjut ke konteks di awal

— 8:10 PM – Usman Hamid: Perintah jenderal Feisal Tanjung ialah perintah Soeharto. Perintah ini terus dijalankan oleh Anak buah: terlihat paling menonjol adalah Wiranto, Prabowo dan SBY. Operasi represi terbuka itu Wiranto. Operasi represi tertutup itu Prabowo.

Operasi hegemoni itu SBY.

— 8:11 PM – Usman Hamid: Peristiwa Mei adalah bagian dari usaha untuk menyalahkan mahasiswa. Membenarkan tuduhan penguasa bahwa mahasiswa adalah perusuh.

— 8:11 PM – Usman Hamid: Membenarkan larangan ABRI terhadap mahasiswa agar tidak keluar kampus, sebab kalau ke Luar Kampus, tuduhan mereka, mahasiswa akan memicu kerusuhan

— 8:12 PM – Usman Hamid: Ada dua versi dari Peristiwa Mei

— 8:12 PM – Usman Hamid: By design dan by accident

— 8:13 PM – Usman Hamid: By design artinya kerusuhan itu direkayasa dengan tujuan seperti yang saya maksud di atas

— 8:14 PM – Usman Hamid: By accident Maksudnya lebih merefleksikan friksi di dalam ABRI Antara faksi Wiranto dan Prabowo yang mengacaukan rantai komando dan pengendalian pasukan keamanan.

— 8:14 PM – Usman Hamid: Kekacauan ini salah satunya disebabkan karena konsentrasi pasukan tidak terarah

— 8:14 PM – Usman Hamid: Penyebabnya garis komando yang tak jelas

— 8:15 PM – Usman Hamid: Kubu prabowo menuding itu disengaja oleh cara Wiranto membawa hampir semua pimpinan Militer ke Malang

— 8:16 PM – Usman Hamid: Sebailiknya, kubu Wiranto menyangkal dan menuding prabowo dengan motif politis

— 8:16 PM – Usman Hamid: Saya kira itu dulu.

— 8:18 PM – Anggafara: terima kasih mas usman, wah pembahasan yang menarik sekali tetang peristiwa 98, pasti teman-teman yang lain juga punya pertanyaan di benak masing-masing.. tapi sebelum itu saya akan sedikit bertanya dulu

— 8:20 PM – Anggafara: tampaknya di sisi militer hubungannya agak sedikit dilematis dan agak kacau dengan adanya ketidakjelasan garis komando. namun saya ingin bertanya sedikit tentang hubungan sipil-militer pada masa itu, kira-kira bagaimana gambaran hubungan masyarakat sipil dan militer (ABRI) saat itu mas?

— 8:20 PM – Usman Hamid: Makasih. Oya, jam 9 saya pamit ya. Maaf, ada komitmen lain.

— 8:20 PM – Anggafara: siap mas..

— 8:20 PM – Usman Hamid: Pertama, saya perlu perjelas: Hubungan sipil-militer adalah relasi militer yang terletak secara subordinatif di dalam otoritas sipil yang demokratik. Bukan hubungan antara orang sipil & orang militer.

— 8:21 PM – Usman Hamid: Tidak ada supremasi sipil. Militer menguasai semua lini dengan dalih dwifungsi ABRI

— 8:22 PM – Usman Hamid: Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, sampai kepala BUMN dijabat rata-rata oleh Militer.

— 8:22 PM – Usman Hamid: Jadi Militer menguasai sektor politik, bisnis, dan hukum.

— 8:24 PM – Anggafara: oke.. wah berati pada masa itu memang militer sangat menguasai berbagai sektor publik..

— 8:24 PM – Anggafara: nah sekarang saat yang ditunggu-tunggu silahkan manteman bertanya

— 8:24 PM – ‪Kurnia: ☝ Kurnia Ramadhana izin bertanya

— 8:24 PM – Anggafara: silahkan mas kurnia..

— 8:25 PM – ‪Doni: ☝Doni Asikin izin bertanya

— 8:25 PM – Usman Hamid: Nyimak….

— 8:25 PM – ‪Kurnia: 1. Apakah benar penyambung lidah civil society dengan TNI yang kala itu dianggap tabu hanya dilakukan oleh Fadli Zon cs? Dari tokoh Politik saat ini yang sekarang dalam lingkup Pemerintah, siapa saja yang terlibat sebagai aktivis dari elemen mahasiswa?

  1. Apa tindakan dari Kontras mengenai pengakuan Kivlan Zein pada saat debat di TV One (Masa Kampanye) dimana Kivlan Zein mengatakan kalau dia tau soal penghilangan paksa atau operasi Tim Mawar yang melibatkan Prabowo Subianto?
  1. Menurut Kontras sendiri apa benar Prabowo Subianto memimpin Kudeta ke Presiden Habibie? Dan apakah benar tindakan Wiranto yang melakukan kunjungan ke Malang?

— 8:26 PM – Anggafara: mas doni setelah mas kurnia..

— 8:26 PM – Anggafara: silahkan mas usman

— 8:27 PM – ‪Doni: ☝saya ingin bertanya bagaimana dengan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan etnis tionghoa yang sangat tidak beradab. Apakah itu memang disengajakan untuk menyerang minoritas atau terjadi begitu saja? 👍

— 8:28 PM – Usman Hamid: 1. Banyak orang mengklaim penyambung lidah. Fadli saat itu dekat dengan keluarga Soeharto, khususnya anak perempuan tertuanya

— 8:29 PM – Usman Hamid: Barisan civil society semua berkumpul di Jl. Diponegoro 74, Kantor YLBHI. Ada Bambang Widjojanto, Munir Said Thalib, sampai Faisal Basri. Tidak ada FZ.

— 8:30 PM – Usman Hamid: Aktivis yang sekarang ada di pemerintah, Faisol Reza di kemenpora. Dita Indah Sari di kemenaker dll

— 8:35 PM – Usman Hamid: 2. Menyampaikan ke Komnas ham. Itu bukan hal pertama kali. Kivlan memang sakit hati dengan Wiranto, dan selalu memberi kesaksian tentang penculikan untuk menuntut tgjwb Wiranto dan membela Prabowo. Saat jelang Pilpres 2004, Kivlan meminta bertemu dengan saya, ia datang ke warung daun dekat Kantor KontraS di Cikini, bersama Fadli Zon. Mereka berdua meminta saya dan Kontras membela mereka berhadapan dengan Wiranto. Alasannya Kivlan pernah diminta Wiranto mengerahkan preman-preman Banten dll untuk dijadikan pamswakarsa, melawan gerakan mahasiswa. Nah Kivlan, yang saat itu termasuk Barisan Prabowo yang disingkirkan, dijanjikan jabatan oleh Wiranto. Tapi janji itu tidak dipenuhi. Lalu Kivlan menuntut Wiranto agar mengganti uang dia yang dipakai membayar makan pamswakarsa.

— 8:37 PM – Usman Hamid: Saya dan KontraS Menolak. Ketika diminta pribadi, saya tegaskan, bahwa saya mempersoalkan Wiranto lebih karena saya mewakili mahasiswa yang menuntut tanggungjawab dia sebagai PanglimaABRI ABRI atas tewasnya kawan2 mahasiswa Kampus saya, Trisakti. Jadi saya tidak ver kepentingan untuk melihat atau mempersoalkan dia secara pribadi.

— 8:39 PM – Anggafara: berarti pada masa itu, militer yang memegang peranan penting tidak cuma prabowo tapi juga wiranto…

— 8:40 PM – Usman Hamid: Jadi, Kivlan saat itu cerita bahwa Prabowo sudah me lepaskan semua mahasiswa yang diculik. Karena ketika Prabowo melaporkan kepada Wiranto, prabowo diminta mengamankan dua orang lagi: Amien Rais dan megawati. Prabowo menolak. Dari situ keduanya konflik. Prabowo khawatir akan menanggung sendiri, Jadi dia putuskan untuk dilepas. Karena tahu dilepas dan tidak mau ambil resiko, maka Wiranto perintahkan Tim baru untuk amankan Lagi aktivis yang dilepas. Itulah yang menit versi Kivlan, menyebabkan sebagian kembali dan sebagian lagi masih hilang.

— 8:40 PM – Usman Hamid: Saya pribadi merasa bahwa info dan pendapat dari kedua kubu sebaiknya dibawa ke proses Hukum

— 8:40 PM – Usman Hamid: Agar jelas duduk perkaranya.

— 8:41 PM – Usman Hamid: Agar keduanya bisa membuktikan secara fair di muka hakim

— 8:41 PM – Usman Hamid: Salah satu pintu masuknya adalah penyelidikan Komnas ham

— 8:42 PM – Anggafara: berarti posisi pengadilan HAM adhoc ini penting agar tidak ada lagi yang menjadikan peristiwa 98 sebagai isu kampanye politik yah mas?

— 8:43 PM – Usman Hamid: 3. Kontras adalah lembaga Hak asasi manusia. Bukan lembaga Politik. Jadi hal seperti itu sebaiknya dibawa ke mekanisme yang tepat, misalnya peradilan atau pencarian fakta atau semacam forum klarifikasi Sejarah.

— 8:43 PM – Usman Hamid: Wiranto, Prabowo, dan SBY

— 8:44 PM – Usman Hamid: Benar. Penting sekali. Pada pengalaman negara lain, pengadilan menjadi sarana pengungkapan kebenaran, Argentina misalnya.

— 8:45 PM – Anggafara: wah menarik-menarik. oh iya pertanyaan mas doni akan dijawab sama mas chris yang kayaknya sudah siap dengan bahan yang telah dibawa..hehe..

— 8:45 PM – Usman Hamid: Di Guatemala ada semacam Komisi pencarian fakta demi pelurusan sejarah. Dst.

— 8:45 PM – ‪Kurnia: ☝ Kurnia Ramadhana izin memberikan tanggapan.

— 8:45 PM – Anggafara: silahkan mas kurnia..

— 8:46 PM – ‪Kurnia: 1. Pertanyaan pertama sudah jelas.

  1. Lalu apakah benar ada pertemuan Prabowo Subianto dengan Adnan Buyung Nasution cs tanpa sepengetahuan Pangab? Lalu sebenarnya legitimasi hukum yang mana harus dipercaya tentang Prabowo Subianto? Apakah keputusan Mensekneg yang mengatakan kalau beliau diberhentikan bukan dipecat? Lalu apa motif Prabowo Subianto diberhentikan dari jabatannya? Apa benar Prabowo Subianto sering melakukan lawatan ke Luar Negeri tanpa sepengetahuan Pangab dan Prabowo Subianto di “anak emas” kan oleh TNI karena beliau Menantu Soeharto? Ini menjadi masalah penting, wajar saja jika Tim Prabowo Hatta kemarin mengatakan kalau soal penculikan ini menjadi wacana “Alat Kampanye” untuk menjatuhkan Prabowo, karena sampai sekarang belom ada penyelesaian resmi di Meja Pengadilan
  1. Cukup Jelas jawabannya.

— 8:47 PM – Usman Hamid: Makasih untuk 1 dan 3.

— 8:49 PM – Anggafara: kalo boleh menari benang merahnya di pertanyaan nomer dua mas kurnia agar menghindari “judenganig” ke salah satu pihak.. urgensi pengadilan HAM itu menjadi sangat penting yah mas? lalu masa depan pengadilan HAM achoc ini akan seperti apa mas usman?

— 8:51 PM – Usman Hamid: Benar, 14 Mei. Waktu itu Prabowo memang memiliki kontak dengan Adnan Buyung (mungkin ini yang dimaksud Fadli 😜). Dengan atau tidak sepengetahuan pangab itu masalah mereka. Begitu pula soal lawatan ke Luar Negeri. Setelah keduanya berfriksi, selalu muncul isu saling menjatuhkan. Maklum, keduanya sama2 dekat dengan Presiden Soeharto.

— 8:54 PM – Usman Hamid: Pengadilan HAM ad hoc jelas memiliki urgensi dan signifikansi. Prospeknya ditentukan oleh proses Politik di Parlemen. Uu pengadilan HAM mengatakan pembentukan pengadilan ini diusulkan oleh DPR, lalu presiden menerbitkan keppres. Nah, apakah DPR mau? Lihat saja konfigurasi partai di DPR. Sebagian besar kurang memperlihatkan kemauan, bisa karena pengetahuan terbatas, bisa karena arahan ketum parpol. Apakah konfigurasi itu bisa berubah menjadi pro-pengadilan ham dan keadilan? Tentu tergantung apakah relawan-relawan turuntangan bersedia berjibaku untuk membela korban dan menyuarakan keadilan untuk mereka

— 8:55 PM – Usman Hamid: Segitu dulu ya. Semoga bermanfaat. Maaf jika ada kekurangan. Saya Mohon izin undur diri ✌

— 8:55 PM – Anggafara: wah kita ditantang untuk ikut turun.. gimana manteman..hehehe

— 8:55 PM – Herry TT: Makasiih bang Usmaan

— 8:56 PM – Anggafara: siaapp.. terima kasih mas usman atas partisipasinya..sungguh diskusi yang asik dan menambah ilmu kami semua..

— 8:56 PM – Anggafara: semoga tidak kapok kami ajak diskusi lagi..kayaknya kalau offline akan lebih seru…

— 8:57 PM – Usman Hamid: Salam hangat dan hormat untuk teman-teman 💐

— 8:58 PM – Anggafara: nah teman-teman sekian tadi diskusi dengan mas usman hamid tentang peran militer dalam peristiwa 98, semoga bisa memberikan sedikit informasi dan inspirasi untuk apa yang akan kita lakukan setelah ini..

— 8:58 PM – Anggafara: sekarang kita masuk ke pembicara kedua mas Chris Poerba..

— 8:59 PM – Anggafara: halo-halo Bang Chris apakah masih ada? hehe

— 8:59 PM – Chris Poerbo: Siap

— 9:01 PM – Anggafara: oke mas, tadi kita telah mendapatkan cerita tentang peran militer dalam peristiwa 98, kayaknya akan lebih lengkap kalau kita juga mendapat gambaran peristiwa dari sisi masyarakat sipil terutama kondisi konflik etnis antara pribumi dan non pribumi.. kira-kira kenapa persitiwa diskriminasi terhadap teman2 tionghoa itu bisa terjadi mas? apa penyebabnya?

— 9:05 PM – Chris Poerbo: Terimakasih. Sebelumnya saya sampaikan gambaran besarnya dulu ya. Jadi Mei 98 sebenarnya akhir dari rezim orde baru yang telah berkuasa kurang lebih 40 tahun. Awalnya semua karena krisis moneter dan berlanjut ke krisis lainnya. Di dalamnya asa KKN dan konglomerasi dipelihara oleh negara. Ketika rezim berakhir tidak mau disalahkan jadi dibuatlah stigma seakan akan yang membuat krisis adalah etnis Tionghoa. Demikian dulu ya

— 9:06 PM – Anggafara: berarti kejadian itu merupakan “settingan” penguasa saat itu..apakah itu juga karena saat itu etnis tionghoa cukup menguasai sektor ekonomi di Indonesia mas?

— 9:07 PM – Chris Poerbo: Dan sebenarnya lahir rezim orde baru tahun 66 juga telah melakukan stigma kenapa PKI dan komunis sedang di akhir rezim stigma kepada etnis Tionghoa. Singkatnya lahir dan lengsernya orde baru ada yang di stigma.

— 9:08 PM – Anggafara: menarik melihat bahwa ini adalah stigma yang dibuat oleh orde baru saat itu. nah hubungan pribumi dan etnis tionghoa sebelum pecahnya 98 itu sendiri seperti apa mas?

— 9:09 PM – ‪Doni: ☝saya ingin bertanya bagaimana dengan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan etnis tionghoa yang sangat tidak beradab. Apakah itu memang disengajakan untuk menyerang minoritas atau terjadi begitu saja? 👍

— 9:09 PM – Chris Poerbo: Di era Orde Baru etnis Tionghoa mengalami eksklusi dan peminggiran banyak kebijakan diberlakukan kepada mereka. Larangan agama khonghucu, sekolah berbahasa tionghoa ditutup alasannya ada kedekatan dengan disebut etnis non pribumi dan sentimen komunis

— 9:10 PM – Anggafara: berarti ada hubungannya dengan stigma komunis juga yah mas..

— 9:11 PM – Anggafara: pasca reformasi akses terhadap etnis tionghoa di buka, seperti yang kita ketahui sekarang bahkan untuk politik pun sudah terbuka lebar, namun apakah konflik warisan reformasi itu masih ada sampai hari ini mas, terutama dalam kehidupan sehari-hari?

— 9:12 PM – Chris Poerbo: Sebenarnya diskusi tentang pribumi dan non pribumi sudah sangat buram. Paling jauh kalau kita sebut sebuah etnis itu adalah pribumi maka pribumi sejak tahun berapa. Sebenarnya konsep indonesia adalah kewarganegaraan yang adalah pribumi. Namun orde baru memang memelihara beberapa hal yang dapat kita katakan menjadi senjata bagi orde baru ketika rezim telah melemah namun jadi bom waktu buat indonesia

— 9:16 PM – Chris Poerbo: Tentang kekerasan seksual di mei 98 memanng selama ini masih disangkal. Karena pembuktian melalui pengadilan mestilah korban atau pendamping yang bersaksi. Hal ini tentunya sangat berat bagi korban dan alih alih menjelaskan sebagai korban malah korban dapat mengalami reviktimisasi atau menjadi korban lagi. Laporan Tim Gabungan Fakta 98 telah menyatakan 85 korban kekerasan seksul, 52 korban perkosaan dan penyiksaan. Namun laporan itu selalu ditolak oleh kejagung

— 9:19 PM – Anggafara: mas doni? ada tanggapan?

— 9:20 PM – Chris Poerbo: Kasus selalu teringat mengenai kekerasan seksual adalah yang dialami oleh Ita Martadinata. Beliau adalah anak dari seorang relawan yang mengalami kekerasan seksual. Karena pengadilan di Indonesia masih sulit untuk memberikan jaminan dll maka beliau akan dibawa ke Amerika untuk bersaksi disana. Namun sehari sebelum dibawa beliau meninggal mengenaskan. Jadi sampai sekarang diskusinya adalah apakah meninggalnya karena kriminal murni atau politis

— 9:22 PM – Chris Poerbo: Banyak yang lebih melihat hak itu lebih politis. Kisah Ita Martadinata ini setahu saya ada yang sedang membuat filmnya juduk ya “Atas nama”

— 9:22 PM – Chris Poerbo: Ini agak maaf ya tulisan saya ada yang typoo. Namun semoga masih memudahkan dibaca ya

— 9:22 PM – ‪Kurnia: ☝ Kurnia Ramadhana izin bertanya

— 9:24 PM – Anggafara: siaap mas chris.. sebenyar mas kurnia, mas doni mau memberikan tanggapannya?

— 9:25 PM – Anggafara: mas doni apakah sudah puas?

— 9:26 PM – Anggafara: sebelum mas kurnia bertanya, apakah ada teman-teman lain yang mau bertanya? biar gantian dulu..

— 9:27 PM – Anggafara: 5

— 9:27 PM – Anggafara: 4

— 9:27 PM – Anggafara: 3

— 9:27 PM – Anggafara: 2

— 9:27 PM – Anggafara: 1

— 9:27 PM – ‪Doni: Puas mas

— 9:27 PM – Herry TT: ☝Herry izin bertanya

— 9:27 PM – Anggafara: siap mas doni, silahkan mas heri bertanya

— 9:29 PM – Herry TT: Boleh dijelaskan gak apa itu sebenarnya rekonsiliasi? Dan siapa saja yang seharusnya terlibat? Apa harus ada peran pemerintah dalam rekonsiliasi?

Terima kasih

— 9:29 PM – Anggafara: silahkan mas chris..

— 9:36 PM – Chris Poerbo: Dalam rekonsiliasi sebenarnya banyak pihak yang dapat terlibat. Namun sebaiknya dengan rekonsiliasi tersebut malah meniadakan aspek pengadilan hukum sebagainya. Seperti untuk kasus Mei 98 maka tetap urgent untuk terus mengadvokasi pelaku utama dan aktor utama yang mendesign tragedi tersebut. Namun ada hal hal lain yang juga harus terus kita kampanyekan ke publik semacam rekonsiliasi seca sosio-kultural. Sepertj stigma dan kekerasan yang dialami oleh etnis Tionghoa yang non pribumi dll harus diantisipasi. Hari ini tadi siang ada peresmian prasasti mei ’98 yang diresmikan oleh pemda DKI. Hal ini dapat kita kampanyekan sebagai model rekonsiliasi secara sosial. Dengan momen seperti ini maka harapannya keluarga korban tidak lagi anaknya yang terperangkap di mall disebut sebagai penjarah

— 9:38 PM – Chris Poerbo: Maksud saya aspek pengadilan ham tetap dijalankan meskipun ada rekonsiliasi yang dilakukan oleh publik. Harapannya adalah kampanye kampanye rekonsiliasi dapat mendorong pengadilan kepada aktor pelaku intelektualnya ya

— 9:39 PM – Anggafara: mas herry mau menanggapi??

— 9:41 PM – Anggafara: terima kasih mas chris..

— 9:41 PM – Anggafara: mas kurnia apakah mau bertanya lagi?

— 9:41 PM – ‪Annisa: ☝Annisa izin bertanya.

— 9:41 PM – Herry TT: Siapp, sudah jelas! Makasih bang chris 👍

— 9:42 PM – ‪Oda: ☝Oda izin bertanya

— 9:42 PM – Anggafara: wah ada mbak annisa,,nanti setelah mas kurnia yah mbak..mohon di persiapkan pertanyaan nya dulu..mas kurnia janga panjang2 yah hehe

— 9:43 PM – ‪Kurnia: Dari penjelasan Mas Usman tadi bahwa dari Segi Politik jelaslah kekerasan yang ditimpa oleh Mahasiswa berasal dari perintah Soeharto yang diteruskan ke TNI, lalu mengenai Kekerasan Seksual apa tanggapan Mas Chris? Apakah hulu permasalahan tetap diperintahkan oleh Soeharto dan pelaku utamanya adalah TNI? Jika TNI siapa dalangnya menurut Mas Chris? Karena sampai saat ini permasalahan Kekerasan Seksual tidak pernah kedengaran, yang justru terdengar keras adalah soal Penembakan dan Penghilangan Paksa Aktivis 98.

Terima kasih 👍

— 9:43 PM – ‪Kurnia: Siap, Mas Angga 😊✌

— 9:46 PM – Anggafara: oke sebelum dijawab mbak annisa dan oda boleh juga bertanya

— 9:46 PM – Chris Poerbo: Benar sekali mengenai kekerasan sekual menjadi lebih sulit dibuktikan karena selain pengadilan meminta korban untu bersaksi juga karena banyak dari korban dan pendamping korban yang sudah ingin melupaka smua. Ada korban yang mengatakan ingin ingatannya dihilangkan, ada yang keluar negeri dll

— 9:49 PM – Anggafara: mbak annisa apakah sudah siap bertanya?

— 9:49 PM – ‪Annisa: 1. Di negara ini, etnis Tionghoa maupun minoritas lainnya sering jadi “korban” dalam gejolak sosial-politik. Hal ini bisa dirunut bahkan sejak tanah ini belum bernama Indonesia. Apakah hal ini menunjukan mentalitas bangsa dan adanya kerawanan sosial yang akan terus bertahan lama pada masyarakat Indonesia? Bagaimana solusi atau antisipasi terbaik menurut Mas Chris agar kelak kegelapan Mei 1998 tak terulang lagi? 😞

  1. Riset Mas Chris tentang kasus 1998 ini pasti banyak mendengarkan suara dari korban, apakah sudut pandangnya hanya dari korban atau ada sudut pandang lain yang bersebrangan? Bagaimana Mas Chris kemudian menempatkan diri sebagai peneliti yang secara ilmiah harus menjaga pengaruh emosional dan menekan subjektivitas? 😊

Terima kasih 👍

— 9:55 PM – Anggafara: silahkan mas

— 10:00 PM – Chris Poerbo: Namun selain denga pembuktian dengan jalur pengadilan. Sebenarnya ada beberapa cara untum menjelasman bahwa kekerasan seksual dan perkosaan yang dialami oleh mayoritas perempuan etnis tionghoa telah terjadi. Setidaknya menurut saya ada 2: dengan akademis maka yang kenapa terjadi perkosaan karena etnisnya Tionghoa dan perempuan (tidak ditemulan lelaki tionghoa yang mengalami) dan yang lebih penting perempuan etnis tionghoa yang mengalami adalah mereka dengan kelas sosial menengah kebawah (tidak ditemukan perkosaan semisalnya di pondok indah dan kelas sosial yang atas). Analisinya jadi perkosaan kepada perempuan etnis tionghoa karena faktor etnis (karena tionghoa), gender (karena perempuan) dan kelas sosial (menengah bawah). Sehingga perkosaan massal dapat dijelaskan merulan by design. Selain itu dapat dijelaskan juga bahwa ini by design karena dari riset dan dokumen dn intervie maka ternyata yang terjadi bukan seperti ini: penjarahan, pemerkosaan dan pembakaran. Namun pemerkosaan dulu, baru penjarahan dan pembakaran di rumah dan gedung etnis tionghoa. Dan pelaku yang datang untuk menjarah dan melakukan pemerkosaan bukanlah orang yang sama, namun yang berbeda. Karena sangatlah sulit untuk dijelaska bahwa pelaku setelah memerkosa korbam kemudian menjarah. Jadi dalan kasus Mei ternyata kekerasan seksual dan perkosaan massal memang sudah di design kepada korban. Dari kedua tersbut merupakan sebuah cara untuk menjelaskan bahwa kekerasan seksual sedari awal sudah by design ya

— 10:00 PM – Chris Poerbo: Demikian dulu ya

— 10:02 PM – Anggafara: wah..mantap

— 10:02 PM – Anggafara: terima kasih mas chris..

— 10:02 PM – Anggafara: berhubung sudah jam 10, marai kita cukupkan diskusi kita malam ini.

— 10:03 PM – Anggafara: terima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi, mas chris sebagai narasumber yang memberikan pengetahuan baru buat teman-teman semua..

— 10:03 PM – ‪Annisa: Mantap

— 10:04 PM – Chris Poerbo: Semoga saya dapat menjelaskan ya. Terimakasih telah diundang dan kagum akan semangat teman teman disini

— 10:04 PM – Anggafara: siap mas..sedikit pesan buat teman-teman Turun Tangan terkait persitiwa inni? apakah kontribusi yan bisa kamu berikan?

— 10:06 PM – Herry TT: Terima kasih juga buat teman2 yang masih mantengin diskusi hingga selarut ini.. Saluut!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s