Disita Whatsapp

image

Belakangan ini aku dibuat kesal oleh whatsapp. Tepatnya grup whatsapp. Aku hanya merasa orang-orang sekarang terlalu malas berempati. Seperti screenshot di atas. Terlihat sungguh berat mengungkapkan ketulusan berbelasungkawa hingga menyalin alias copy-paste ungkapan simpati pun jadi lumrah.

Ku pikir teknologi menghubungkan manusia dengan manusia. Mendekatkan yang jauh. Menyampaikan yang tak sampai. Namun ternyata tak selamanya demikian.

Ass, HBD, GWS, WYATB, doa-doa mulia disingkat di mana-mana. Jangan tanya padaku bagaimana malaikat mencatat doa tersebut. Semoga saja dia membaca singkatan tersebut dalam bahasa yang sama dengan yang kamu maksud. Bahwa “Ass” yang dimaksud adalah “Assalamu ‘alaykum”, tidak untuk diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Bahwa “GWS” adalah “Get Well Soon”, bukan “Girls With Slingshots”. 😛

Tak kurang dari 35 grup whatsapp aktif bersahutan di ponselku sepanjang hari. Kalau semuanya ditanggapi, barangkali jempol tangan ini jadi lebih kurus dari kelingking. Horor. Solusinya, aku pasang widget whatsapp di halaman depan atau beranda ponsel. Nggak perlu buka aplikasi whatsapp, semua pesan bisa dibaca scrolling di sana. Tapi ternyata tetap saja, kehidupan online kini sungguh menyita perhatian. KZL!

Akhir pekan lalu aku menjajal Digital Detox. Selama 3 hari 2 malam, aku offline, nggak mengakses smartphone, tablet, dan laptop. Cheating dikit denk, buat foto-foto. Dan ternyata Digital Detox itu mendamaikan, menyenangkan, dan seru! Besok akan ku ceritakan.. 😉

Iklan

9 pemikiran pada “Disita Whatsapp

  1. Bhahaha.. aku sudah lama mengurangi facebookan dan nambah blogwalking. Ngaruh banget kok di ketentraman jiwa. Barusan aku kangen update status di fb agak kontroversial dikit, eh suamimu seperti biasa komen panjang lebar kalau ada statusku yg kontroversial. Hhahaha..

    1. Persis! Aku juga sedang belajar kembali ke blogwalking dan mengurangi update facebook. Wah, kalau suamiku itu memang hobi buat komentar kan.. Diajak ngupdate blognya juga aja yang onnosz.wordpress.com.

    2. hahahahaha, nyantai wae Ndop. anggep ae sebuah komentar iku sekedar sumbang saran dari sudut pandang yang berlainan.
      sopo ngerti berawal dari sebuah komentar, trus dipertemukan jodoh sing ciamik koyok critane sing nduwe blog iki.. #eh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s