Kamu Ekstrovert atau Introvert?

Bagaimana kamu menilai seseorang itu ekstrovert atau introvert? Mari ku kenalkan beberapa temanku terlebih dulu. Mungkin akan membantu menjawab pertanyaan ini.

  1. Ina – Seniorku ini bukan anak ‘Barbie Gangsta’ apalagi Alpha Kappa Alpha Sorority walaupun secara fisik cantik banget. Dia lebih cocok disebut mahasiswa ‘Kupu-kupu’, KUliah-PUlang-KUliah-PUlang. Meski demikian, setiap kami ketemu dia selalu curhat tentang keluarganya, orang-orang di sekitarnya, bahkan kehidupan seksnya. Ups! Jadi, Ina ini tipe ekstrovert atau introvert?
  2. Pita – Lain lagi dengan kawan komunitasku yang heboh, ekspresif, dan cerewet setengah mampus. Kehadirannya selalu ditunggu di setiap kesempatan meeting atau sekedar meet-up, demi memeriahkan suasana. Cewek yang paling asik dibully perihal ‘ke-Bekasi-annya’ ini sama sekali tak pernah menyinggung kehidupannya di luar komunitas seperti pekerjaannya, pengalamannya saat kuliah, apalagi kehidupan pribadi. Dia menyimpan semua itu rapat-rapat. Kalau seperti Pita ini, tergolong ekstrovert atau introvert?

Sepemahamanku, orang yang cerewet dan suka cerita itu ekstrovert. Sebaliknya, yang pendiam itu introvert. Atau, yang ekstrovert itu cerita tentang dia melulu, dan introvert itu tertutup nggak suka cerita. Bener nggak?

With Mbak Nuniek
Mbak Nuniek dan aku

Nah, Jumat siang kemarin, pertanyaan ini aku ungkapkan ke Liza dan Mbak Nuniek. Liza adalah punggawa marcom Dell yang sudah melanglang buana lintas agensi kehumasan. Dan yang namanya humas, rasanya mereka ekstrovert kali ya? Karena mereka dituntut untuk bersosialisasi dan menjalin relasi. Sementara itu Mbak Nuniek adalah salah satu inisiator #StartUpLokal yang sedang menempuh studi master di bidang Psikologi Konseling. Mendengar nama start-up saja sudah terbayang wajah geek, malam minggu dihabiskan di depan layar monitor.  Sangat tertutup. Eh tapi ternyata bukan begitu cara menilai diri kita atau orang lain itu introvert atau ekstrovert.

Perkara intro/ekstrovert ini bergantung pada darimana kita recharge, memperoleh energi kembali. Mbak Nuniek meskipun sangat menikmati pergaulannya, terkadang dia butuh me time di sebuah perpustakaan. Hening, hanya dia dan buku-buku. Bahkan beberapa waktu lalu dia berani melakukan digital detox, tidak menyentuh perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan sebagainya. Wew. Pun dengan Liza, ada kalanya ia hanya ingin sendiri. Kata Liza, ada juga orang-orang ambivert, yaitu pertengahan antara introvert dan ekstrovert.

Hm, berarti aku ini termasuk yang mana ya? Introvert, ekstrovert, atau ambivert? Sebetulnya kalau kamu punya pertanyaan yang sama, bisa dicoba alat-alat tes psikologi seperti MBTI atau kuis lucu-lucuan seperti ini. Kalau udah ada hasilnya, share donk. Dan menurutmu, hasil tesnya sesuai enggak?

Maturnuwun dan selamat mencoba! 🙂

Iklan

7 pemikiran pada “Kamu Ekstrovert atau Introvert?

    1. Terima kasih obrolan menginspirasinya, Mbak Nuniek.. Semoga akan ada obrolan-obrolan berikutnya yang lebih “mencerahkan”. 🙂

  1. Jadi inget waktu farewellnya Carlos. Ada statement dia yg kira2 begini:
    “Sebenernya gw termasuk anak introvert. Ketika berada di tengah kelompok yang terlalu ramai-biasanya lebih dari 6 orang, maka gw akan cenderung untuk diam, karena gw akan merasa cepat lelah. Entah kenapa rasanya energi gw seakan-akan tersedot habis.”

    Dalam hati gw langsung meng-IYA GW JUGA GITU-kan ucapan Carlos.
    Sementara ada kolega gw yang langsung nyeletuk, “Kok ada sih orang kayak gitu? bukannya kalo ramai jadi seneng, ya?”

    …iya gw juga heran kenapa gw begini..

    1. Hah? Gitu ya? Gw ngerti sih ada orang-orang yang kalau cuma berdua atau bertiga bisa cerewet, tapi kalau rame-rame langsung diem. Tapi gw pikir itu karena memang dia males komentar atau ikut ambil bagian di obrolan tersebut. Ternyata lebih dari itu, cepat lelah. Beneran baru tau. Thanks @artshecatsy!

  2. Hasil tes ku ambivert mba tika, 49 poin. Ya mirip-mirip lah sama faktanya, aku sih ngerasa introvert dan pendiem, tapi semua teman di lingkungan sosialku yah, klo aku bilang aku pendiam dan introvert, pada menyangkal keras-keras, “aahhh orang kaya lo intovert dari mananya?!!!” hahahahah :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s