Refleksi Hari Lahir 25

Refleksi Hari Lahir

Dearest family and friends..

Terima kasih atas semua doa-doa yang dipanjatkan untuk saya hari ini. Semoga bagimu juga kebaikan yang sama.

Pada kesempatan ini, saya ingin merefleksikan perjalanan perjalanan setahun terakhir.

Usia saya sekarang 25 tahun, dan saya menyadari jatah hidup semakin pendek.

Pertengahan Oktober lalu, Allah Merengkuh ruh teman seperjuangan di kampus Statistika ITS, Chusnul Yaqin. Allah pun Mendekap ruh seorang teman kantor yang baru saja cuti mempersiapkan kelahiran anaknya. Sementara itu, Mbah Kakung di usia yang melampaui angka 80 alhamdulillah masih bisa “mengkode” pengen es krim. Betapa kelahiran dan kematian itu betul-betul rahasia Allah.

Allah pun merahasiakan jodoh kita. Siapa sangka pemilik akun menyebalkan yang kalau komentar di blogku pwanjang dan pedas itu sekarang jadi pendamping hidupku? Siapa sangka Raffi Ahmad malah nikah sama Nagita Slavina?

Semalam, secangkir teh-susu dan seorang sahabat menemaniku menuntaskan essay untuk aplikasi beasiswa. Tidak pernah terpikir sebelumnya saya akan memiliki kawan yang sadis menelanjangi tulisan saya, dan di saat yang sama, menguatkan saya untuk tidak menyerah mengejar mimpi yang sungguh sangat melelahkan. Melelahkan karena saya berkali-kali jatuh hingga nyaris lumpuh dan menyerah. Namun seorang sahabat lain dengan polosnya mengirim pesan, “Pokoknya, jangan menyerah di awal karena pertolongan Allah akan ada di akhir. Quotes by mantan gue.”

Entah kenapa Allah mengirim Si Aktuaris Termuda dan Menkes Jenius itu pada saya. Bikin jiper, tapi sayang. Duh, gimana donk? Haha..

Betapa, hidup adalah perjalanan membuka misteri-Nya, satu demi satu. Dalam perjalanan tersebut, tak jarang kita harus merasakan sakitnya jatuh dan terpuruk, atau melambung bahagia di atas awan. Dalam kedua situasi tersebut, Allah tak pernah lepas menemani, dan mengingatkan kita dengan caranya yang indah. Ia mengawal hidup kita melalui sentuhan cinta keluarga, perhatian sahabat, atau menunjukkan peristiwa-peristiwa menggugah naluri. Kita selalu dalam lindungan-Nya, kapanpun dan dimanapun. Saya yakin, cinta-Nya yang menguatkan saya sampai sekarang ini.

Berbicara tentang cinta, Setiap pagi dan sebelum tidur, saya membiasakan diri menulis Jurnal Alhamdulillah. Ini adalah gabungan Gratitude Journal yang dilakukan oleh Oprah Winfrey dan Thank You Notes ala Jimmy Fallon. Setiap hari saya menuliskan setidaknya 5 hal yang saya syukuri hari itu. Mensyukuri, berterimakasih pada-NYa, tulus tanpa tendensi apapun. Setiap bulan, jurnal tersebut direview hingga saya semakin mencintai keindahan skenario-Nya, Sang Maha Sutradara.

Yah, tidak ada yang mau tua keriput karena banyak mengeluh kan? Apalagi mengeluh di sosial media, seolah2 ada customer service all-in-one di sana.

Untuk menutup refleksi ini, ijinkan saya berterima kasih kepada Almarhumah Polisi Fashion Joan River atas kata-kata mutiaranya yang fenomenal:
“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is God’s gift, that’s why we call it the present.”

Terima kasih semuanya.. I love y’all for making my life so crunchy. Please forgive me for the sharp noise caused.

With luv,
Tika W.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s