Mendongkrak IELTS Ala Ms Lily

Sekitar dua bulan ini aku ikut les privat IELTS. Aktivitas ini seperti refleksiku tiga atau empat tahun lalu.

Dulu aku dipanggil “Miss Tika” oleh murid-murid les privatku. Sekarang aku waktunya aku yang punya “Ms” karena ikut les dengan Ms Lily. Metode belajar beliau untuk mendongkrak IELTS canggih dan menantang! Simak ya..

Setiap Senin petang aku mendatanginya di bilangan Senopati. Kedatanganku bukan dengan tangan kosong. Setidaknya ada oleh-oleh pekerjaan rumah berupa:

  • 1 Reading
  • 1 Listening
  • 3x drilling
  • 1 Writing Task 1 atau 2
  • 1 rekaman Speaking
  • Lesson plan
  • Lain-lain, tergantung tema di pertemuan terakhir.

Pertemuan pertama dengan Ms Lily, kita akan disodori sepaket soal untuk diagnostic. Dari situ beliau akan tahu apa saja yang perlu ditingkatkan. Kemudian, beliau akan dan selalu kasih PR:

  • 1 set Reading
  • 1 set Listening
  • 1 set Speaking
  • reflection butir-butir soal yang salah saat diagnostic.

Pertemuan berikutnya, reflection itu dicek supaya ketahuan tipe pertanyaan seperti apa yang jadi kelemahan kita. Misal, kelemahanku adalah tipe TRUE/FALSE/NOT GIVEN, karena aku orangnya optimis banget, cenderung jawab TRUE semua. Haha… Tipe pertanyaan tersebut kemudian di-drilling. Jadi aku harus mengerjakan minimal 3 reading passages yang ada pertanyaannya TRUE/FALSE/NOT GIVEN. Lebih banyak drilling lebih baik. Setelah drilling tentu saja dikoreksi sendiri, dan reflection. Di mana salahnya, kenapa salah, dan seterusnya. Cara serupa berlaku untuk Listening.

Sementara itu, untuk memperkaya kosa kata di Writing dan Speaking, kami mengandalkan beberapa kertas karton A4. Kertas tersebut dibagi 4 bagian, dan ditulis materi dari kesalahan-kesalahan yang sering dibuat. Misal nih, aku kurang kaya Phrase dan Grammar. Ya di kertas itu satu sisi aku tulis rangkuman Phrase, di sisi lain rangkumang Grammar yang sering dipakai.

Selain itu, karton tersebut juga dimanfaatkan untuk mencatat kosakata yang terlalu sering dipakai, kemudian di-paraphrase. Contoh nih, aku sering mengulang “however”. Kertas karton itu dibagi 4 secara alphabet, lalu tulis “However” di kotak H. Selanjutnya, cari kata lain yang bisa menggantikan “however”, seperti “nevertheless”, “nonetheless”, dan sebagainya.

Semua yang ditulis di karton harus sering dibaca dan diingat ya, jadi bukan hanya formalitas atau “Asal Ms. Lily Senang”. Hehehe…

Masih dalam rangka meningkatkan writing, PR writing adalah wajib hukumnya. Di 5 pertemuan pertama, kita harus setor Writing Task 1 sesuai lesson plan pertemuan lalu. Nah, 5 pertemuan berikutnya wajib setor Writing Task 2, dan sunnah hukumnya membuat Writing Task 1.

Ms Lily and The Lily

Bukan itu saja, begitu kelas selesai, pemilik nama lengkap Lilyana Fikri ini sudah siap lempar lesson plan dari inbox di iPad Mini-nya. Lesson Plan itu harus dicetak dan dibawa ke kelas pada pertemuan selanjutnya. Di kelas, Ms. Lily akan mengajarkan kita tips & trik seperti yang tertera di Lesson Plan tersebut.

Yang nggak kalah penting, jangan pernah coba jadi murid bandel seperti aku. Bakal nyesel deh! Aku sering lupa mengerjakan PR. Excuse-nya adalah bahwa aku memang pelupa, atau nggak ada waktu.

“Lho, kalau nggak mengerjakan PR jangan datang ke kelas Ms ya. Jamnya kan bisa Ms kasih ke murid lain yang sudah selesai PR-nya,” begitu kata Ms. Lily lagi marah. Nada bicaranya sontak meninggi, seperti alisnya.

Dipijatnya pelipis kanan sambil terus ngomel, “If you keep doing this, my method does not work.” Heuheuheu…

Demikianlah cara Ms Lily menggemblengku. Aku mau ngerjakan PR tambahan beliau dulu ya, BIKIN PERSONAL STATEMENT! Semoga bermanfaat..

 

Iklan

4 pemikiran pada “Mendongkrak IELTS Ala Ms Lily

  1. Assalamu’alaikum mba tika…
    Entah brp kali aja aku baca2 blog mba. Bahkan ga jarang aku baca tulisan yg sebelumnya udh pernah aku baca. Rasanya tuh menghibur, menginspirasi dan mengimajinasi. Wah, kaya baca dongeng aja…hehe
    Oh iya mba, kalau boleh aku mau minta kontak sekaligus alamat miss lily buat belajar ielts.
    Terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s