Review Buku-Buku Bule dan Indonesia

Ketika batas negara semakin kabur, Jakarta terasa makin campur-campur. Pendatang berkulit putih (Kaukasoid) dari Eropa dan Amerika pun meramaikan dinamika silang budaya di Indonesia.

Berikut ini buku-buku yang mengisahkan dinamika tersebut. Dua buku ditulis oleh pendatang asal Eropa, satu buku oleh orang Indonesia. Dari ketiga buku ini, kita dapat melihat bagaimana dinamika beda budaya itu terjadi, dari sisi kita empunya tanah, maupun sisi pendatang.

BULE GILA: TALES OF A DUTCH BARMAN IN JAKARTA

Bule Gila: Tales of a Dutch Barman in Jakarta

Judul Buku: Bule Gila: Tales of a Dutch Barman in Jakarta
Penulis: Bartele Santema
Penerbit: Equinox Publishing (Indonesia)
Cetakan: Pertama, Januari 2005

Dalam rangka mendukung tim nasional negara asalnya, Bartele dan teman-temannya mengenakan kostum oranye menyala. Berencana nobar World Cup 1994, Bartele menunggu jemputan kawannya sesama pendukung Belanda di halte Blora. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi saat itu, pasukan kuning sudah turun ke jalan.

Salah seorang tukang sapu menyapa Bartele, “Mau ke mana, Mister?”.

Menyadari situasi yang aneh dan kaku, Bartele berujar, “Saya mau ke Jalan Rasuna Said. Katanya mereka butuh bantuan membersihkan jalan. Jalanan di sana kotor banget.”

Di saat yang sama, teman Bartele datang dengan Feroza dan tentu kostum oranye ala pendukung FC Knudde. Tanpa menunggu lama, ia masuk mobil, persis ketika dua tukang sapu berbisik menyebtnya ‘Bule Gila’. Sejak saat itulah Bartele tak bisa lupa julukan ‘Bule Gila’. Ia pun menjadikannya sebagai nama bar yang dibangunnya di Taman Ria Senayan, ‘BuGils’.

Maka jadilah kemudian Bartele menuangkan serunya jadi juragan bar di Jakarta ke dalam buku “Bule Gila” ini. Ia banyak menuturkan tradisi, kebiasaan, dan persepsi masyarakat Jakarta yang menurutnya unik atau aneh. Mulai dari urusan seragam untuk baby-sitter, kawin kontrak, kesurupan, ditutup dengan “you know you’ve been in Jakarta too long if…”

KAMU INDONESIA BANGET KALAU…

kamu-indonesia-banget-depan

Judul Buku: Kamu Indonesia Banget Kalau
Penulis: Berit Renser
Penerbit: TransMedia
Cetakan: Pertama, 2013

Konsep buku curhatan Berit Renser ini mirip Bule Gila, menceritakan tingkah polah orang Indonesia yang aneh bagi mereka. Meski demikian, ‘Kamu Indonesia Banget Kalau’ lebih berhasil mengkritik masyarakat kita dengan premis-premis cerdas. Premis itu membuat pembaca mengangguk setuju, walau sebenarnya cerita itu ya tentang dia sendiri.

Simak saja “Oh, Jokowi? Dia Teman Saya, Lho!”. Bab ini mengisahkan teman Berit, relawan dari Jogja.

“Aku kenal dengan walikota Jogja. Nanti gampang lah bisa ku jadwalkan ketemu,” katanya. Berminggu-minggu kemudian, bala bantuan tak pernah tiba. Dalihnya, Pak Walikota jarang di rumah.

Tak sedikit relawan lain mengaku dekat dengan orang terkenal seperti Sultan, Presiden, bintang film, sampai Jokowi dan Obama.

Ku kira hubungan mereka seerat ‘ngopi bareng setiap pagi’. Yah, ternyata kedekatan itu ibarat kata neneknya Jokowi pernah tinggal sekampung dengan gurunya adik si relawan. Atau, Obama pernah berkunjung ke tempat yang mana bosnya si sepupu relawan pernah memesan kue ulang tahun.

Karena lengkapnya cerita Berit, saya sempat request agar edisi aslinya dalam Bahasa Inggris juga diterbitkan. Harapannya, supaya ekspatriat yang mau ke Indonesia baca buku ini dulu, supaya tidak terkejut dengan kebiasaan dan pola pikir kami. Sayang, dalam emailnya Berit menyebutkan tidak akan ada edisi Bahasa Inggris.

Tuh kan, aku kenal dengan bule penulis. Nanti gampang lah bisa ku jadwalkan ketemu sama Berit. Hahaha…

BULE HUNTER, KISAH PARA PEREMPUAN PEMBURU BULE: MONEY, SEX, AND LOVE

Bule Hunter

Judul Buku: Bule Hunter, Kisah Para Perempuan Pemburu Bule: Money, Sex, and Love
Penulis: Elisabeth Oktofani
Penerbit: Rene Book
Cetakan: Pertama, Agustus 2014

Kalau dua buku sebelumnya ditulis bule, sebaliknya buku ini ditulis orang Indonesia dan membahas pria bule. Bisa dibilang buku ini hampir menjawab cerita-cerita Bartele Santema tentang bagaimana perempuan Indonesia menggilai pria bule sepertinya.

Elisabeth Oktofani, sang penulis, secara blak-blakan menguras isi hati dan pikiran perempuan Indonesia yang menjalin hubungan dengan pria bule. Ia mengumpulkan curhatan para bule hunter itu dan membaginya jadi tiga: Gold Digger, Sex Addict, dan It’s All About Love.

Ya, ada tiga sebab merebaknya bule hunter di Indonesia. Ada yang tergiur kekayaan, ada yang menggilai permainan ranjang, namun tak sedikit juga yang memang betul-betul menjalin cinta.

Elisabeth meminjam kacamata Cetta, yang bertualang dengan pria bule sejak masih belia. Cetta mengenalkan pembaca dengan Yanti Fatmawati, penjaja seks yang hanya mau melayani bule karena tebalnya dompet mereka. Di bab lain, dikisahkan Anilla yang menikmati f*ck around dengan pria bule, dan Sri Dewi Utari yang berakhir bahagia menikahi pria Prancis.

—o0o—

Itulah tadi buku lintas budaya antara bule dan masyarakat kita. Kalau penasaran, siapkan pikiran terbuka, dan mulailah membaca.

Iklan

4 pemikiran pada “Review Buku-Buku Bule dan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s