Outing Ke Korea: Orang Baik Di Korea

Seharusnya aku bercerita tentang tempat-tempat menarik di Korea. Tapi ada cerita yang lebih menarik, yaitu tentang hubungan baik dari koyo ini.

20140524-001214-734679.jpg

Hari pertama di Korea, rombongan outing kantor kami berkunjung ke N Seoul Tower. Jalannya menanjak tanpa anak tangga. Buat kaki yang baru terjun dari pesawat Soetta-Incheon 6 jam, perjalanan ini cukup menyisakan derita. Nama deritanya adalah njarem alias memar. Apalagi kami mendaki tanpa pemanasan.

Karena nggak ada tujuan ke gunung di itinerary, ku ikhlaskan pain reliever Counterpain ditinggal di rumah. Eh ternyata butuh gara-gara pendakian singkat nan sepele ini. Akhirnya ku serbu minimarket GS 25 di hotel tempatku menginap.

Untuk diketahui, belum banyak orang Korea yang lancar berbahasa Inggris. Agak Pe eR menjelaskan bahwa aku butuh pain reliever, balsem pegal, atau koyok. Saking clueless-nya, Mbak Rina membantu berbicara dengan penjaga toko menggunakan bahasa tubuh. Ya akting keseleo gitu biar si penjaga ngerti.

Akting pertama, dia menebak kami perlu perban. Tetot! Akting kedua, tebakan bergeser ke obat luka luar. Tebakan ketiga dia jawab, “Koyok?”.

Spontan, aku dan Mbak Rina sumringah. Lha tapi kok dia ngerti koyok?

“Orang Indonesia?”

“Iya, iya!” jawab kami semangat.

“Oh, saya pernah di Indonesia 2 tahun.”

Yaelaaaah.. Kenapa kagak bilang dari tadi elu ngarti Bahasa Indonesiaaaaa…

Kami pun berpelukan seperti bertemu saudara lama. Suaminya ikut senang melihat kami. Mereka banyak membantu rombongan kami selama di Siheung.

Ada saat Mbak Nurma butuh gula sachet, namun GS 25 tidak menjual produk semacam itu. Gula ada sih, tapi sekilo. Ya kali bikin kopi segelas gulanya sekilo. Haha… Penjaga toko yang akhirnya ku ketahui bernama Sun Tan Kim ini memberikan opsi lain. Dia meminta suaminya ambil gula sachet dari kafe kecil GS 25. Enam sachet gula ia berikan cuma-cuma pada Mbak Nurma. Gretonk, bok!

Di lain kesempatan, Mbak Ani beli lilin ulang tahun. Sebagai ungkapan ikut senang, Sun Tan Kim memberikan lilin, sendok, dan berbagai perlengkapan kue ulang tahun lainnya, dan lagi-lagi gratis.

Yang paling menyenangkan, adalah ketika aku mampir beli susu pisang sejam lalu. Kali ini enggak gratis. Tapi dia memberi kami souvenir khas Korea. Baik bangeeeett..!! Setelah itu kami foto berdua dan bertukar nomor telepon. Wew..

20140524-004300-2580701.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s