WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan

Mesakke Bangsaku, salah satu yang paling diincar pengunjung WSYDN

Sepuluh tahun terakhir, lebih sering download lagu gratis atau beli CD original?

Seiring perkembangan teknologi, kepingan CD dan DVD mulai ditinggalkan. Memang tidak betul-betul hilang, namun download file mp3 di situs berbagi seperti 4shared lebih digemari. Ketika internet masuk desa, download lagu gratisan semacam ini jadi semakin lumrah. Tanpa sadar, mereka mendukung pembajakan, memiskinkan seniman. Tanpa sadar.

“Suatu hari, Glenn ngetwit tentang lagu barunya. Ada follower dia yang RT, ‘Downloadnya di mana Kak?’ atau mention ‘Baru download lagunya @GlennFredly’ pakai twitpic hasil downloadnya,” kata Pandji Pragiwaksono, komika stand-up comedy di FX Sudirman, 20 April 2014. Itu konyol!

Konyol adalah ketika kita salah tapi nggak sadar, pamer pula! Pembajakan jenis ini sebetulnya tidak bisa dimaklumi karena ada fasilitas, dengan kata lain, masyarakat sudah melek teknologi dan difasilitasi koneksi internet. Potensi pasar juga ada, orang download karena mereka suka karya tersebut. Tinggal perkara daya beli dan kesadaran untuk mengapresiasi. Membeli itu mengapresiasi, menghargai karya sekaligus meringankan langkah sang seniman dalam mencari nafkah untuk keluarganya.

Gap antara kesadaran dengan kemauan dan kemampuan mengapresiasi inilah yang dijembatani Pandji melalui WSYDNshop.com.

WSYDN adalah bentuk singkat dari Wongsoyudan, dari asal kata Wongsoyudo yang artinya Bangsa Perang. Terlepas dari pengertian harfiahnya, Wongsoyudo sebetulnya nama belakang keluarga Pandji.

Di WSYDNshop, Pandji menjual karya-karyanya dalam bentuk digital download. Buat yang belum tahu daftar panjang karya penyiar radio HRFM ini antara lain e-book, lagu-lagu rap, rekaman stand-up comedy, dan merchandise. Untuk rekaman stand-up comedy Mesakke Bangsaku, dalam 20 hari saja sudah meraup 56 juta rupiah, 750 download. Kalau dihitung sejak 28 Januari 2014 ketika WSYDNshop mengudara, Pandji sudah mengantongi 130 jutaan, dengan conversion rate 4% hingga 6%. Selain itu, pre-order DVD Mesakke Bangsaku pun melejit. Seminggu lalu ketemu Pandji, katanya pre-order DVD MB mencapai angka 800. Pre-order lho.

Grand Launching WSYDNshop oleh Pandji Pragiwaksono
Grand Launching WSYDNshop oleh Pandji Pragiwaksono

Usai peresmian WSYDNshop, Pandji meladeni ke-kepo-an saya. Berikut transkrip wawancara saya dengan ayah dua anak ini.

Kenapa pakai nama keluarga sebagai nama toko onlinenya? Apa mau menyaingi Bakrie?

Asalnya nggak niat gitu, cuma suatu hari ada akun twitter @wongsoyudan. Ini siapa, orang ini ngetwit banyak tentang karya. Dia bukan dari keluarga gue, tapi si akun twitter ini memposisikan diri sebagai fanbase. Nah, setelah gue tanya kenapa pakai nama Wongsoyudan ternyata karena gue pernah berjanji pada diri gue sendiri, ujung dari puncak karir gue adalah bikin sebuah gedung namanya Menara Wongsoyudan. Di gedung tersebut ada semua unit bisnis gue. Impian itu dijadikan si fanbase gue, Wongsoyudan. Belakangan ini, orang yang seneng dengan karya gue menyebut dirinya sebagai Wongsoyudan. Jadi ya keterusan, akhirnya bikin toko WSYDNshop, tokonya para Wongsoyudan.

Apa saja tantangan dalam mengembangkan WSYDNshop?

Tantangannya ada di.. nggak yakin apakah masyarakat sudah siap aja. Ketakutan itu besar sekali. Tapi ternyata nggak terbukti bahwa orang Indonesia belum siap menghargai karya, dan gue seneng sistem ini berhasil.

Kota mana saja yang siap?

Kalau dilihat dari datanya, Jakarta sudah pasti, kemudian Bandung, Medan, Jogja, Makassar. Lima kota besar ini.

Kita tahu, biasanya antusias masyarakat tinggi hanya di awal-awal peluncuran. Menurut Pandji bagaimana? Apa strateginya ketika tren ini turun?

Saya mengerti penjualan minggu pertama itu pasti naik tinggi. Saya juga begitu. Jadi saya punya karya, saya sebar setiap bulan, dan fokus saya dalam promosi hanya mencoba menjual sebanyak-banyaknya atau setinggi-tingginya dalam minggu pertama. Setelah itu memang declining (menurun), tapi setelah itu ada karya lagi. Jadi untuk menjaga momentumnya, saya selalu merilis sesuatu yang baru untuk menaikkan momentumnya.

Apakah WSYDNshop hanya untuk karya Pandji? Orang lain apakah bisa titip jualan di toko tersebut?

Sebenarnya sangat memungkinkan. Tapi saya selalu mengendorse orang untuk bikin sendiri karena kalau misal nitip di saya nggak beda dengan nitip di toko orang kan? Dia bisa bikin sendiri. Ide dari saya bercerita ini adalah bahwa setiap orang bisa bikin toko sendiri, dan dia bisa jualan sendiri. Dan enaknya digital, dia gak harus mengeluarkan modal untuk distribusi, produksi, design segala macam, asalakan udah kelar saja dia bisa langsung upload dan orang bisa langsung beli.

Setelah diluncurkannya WSYDNshop, rencana selanjutnya apa?

Terus terang belum tahu, yang pasti saya mau rilis e-book bulan Mei judulnya Indiepreneur. Buku ini tentang bagaimana orang bisa hidup dari karya.

Pandji Pragiwaksono, penggagas WSYDNshop
Pandji Pragiwaksono, penggagas WSYDNshop
Iklan

Satu pemikiran pada “WSYDNshop Dari Pandji Buat Yang Doyan Download Gratisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s