Layar Kota Tegal yang masih terkembang

Mari masuk mesin waktu
ku antar ke era 70-an ketika Kota Tegal baru punya bendera.

Saat itu Kota Tegal menggelar audisi mencipta lambang.
Lambang Kota Tegal yang hingga kini terpampang di surat-surat resmi sampai neon-box Kota Bahari itulah jawaranya.
Tahukah kamu siapa sosok dibalik layar putih di perisai biru itu?
Mari ikut aku menemui Sang Pengembang Layar

Logo Kota Tegal
Berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal Nomor : 48/DPRD/Tk.II/PD/72, inilah arti Lambang Kota Tegal:

  1. Perisai segi lima berarti satu persyaratan setia dan taat pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
  2. Seuntai padi dan kapas yang erat dengan pita berwarna kuning sebagai lambang kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan yang merata ;
  3. Jumlah padi 17 (tujuh belas) butir, kapas 8 (delapan) buah dan berdaun 4 (empat), serta lidah api berjumlah 5 (lima) adalah menunjukkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945
  4. Roda bergigi menunjukkan Daerah Industri dan Perdagangan yang cukup terkenal dan produktif
  5. Perahu layar dengan layar berkembang menunjukkan jiwa kenelayanan yang teguh ;
  6. Bintang bersudut 5 (lima) berwarna kuning berarti bahwa Tuhan mendapat tempat tertinggi dengan segala keagungan-Nya ;
  7. Lidah api berwarna merah putih mencerminkan semangat pantang menyerah ;
  8. Jalur berwarna kuning membentuk sinar cemerlang menunjukkan simpang lalu-lintas perekonomian yang mempunyai masa depan yang gemilang ;
  9. Ombak berbuih putih menunjukkan daerah pantai ;
  10. Tulisan KOTAMADYA (KOTA) TEGAL diatas bentuk pita sebagai tanda pengenal Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II (Kota) Tegal.
  11. Adapun arti warna dalam lambang adalah sebagai berikut :
  • Biru berarti setia dan taat
  • Kuning berarti kebesaran dan kemuliaan serta keagungan ;
  • Merah berarti berani, semangat, dan dinamis ;
  • Hijau berarti kemakmuran, keindahan, ramah tamah dan harapan ;
  • Hitam berarti tekun, abadi dan kuat ;
  • Putih berartti suci, siap dipimpin dan memimpin.
Bisri Gallery
Bisri Gallery

Entah sudah berapa ratus, ribu, atau juta layar terkembang di bengkel ini. Tak terhitung pula banyaknya layar yang mampir di galeri dan pameran seni lukis, lalu berlabuh di istana kolektor dan pecinta seni rupa.

Galery Sibiyuk
Berlokasi di Jalan Sibiyuk, Jatibarang Brebes, bengkel Sang Pengembang Layar ini mampu menghipnotis siapapun yang memasukinya dengan kedamaian. Entah karena mantra yang tergores di layar kanvasnya, atau sihir ketenangan yang menyeruak dari taman di balik bingkai jendela.

Bisri Galery

Barangkali kedamaian itu adalah pancaran kekuatan layar kaligrafi yang terkembang dari kedua tangannya sendiri.

Bisri Galery
Atau kedamaian itu memang sengaja ditularkan dari sosoknya yang kalem ke layar-layar yang ia kembangkan? Yang pasti, aku percaya kuas gaibnya tak mencipta lukisan, tapi sebentang layar kanvas yang membawamu ke dunia-dunia damai.

Hasan Bisri
Lelaki berpeci inilah Sang Pengembang Layar. Namanya Hasan Bisri. Beliau yang mengembangkan layar putih di lambang Kota Tegal.
Dari kiri, adalah Mbak Santi, putri pertamanya. Kemudian almh. BuDhe Nur, istrinya. Yang paling kanan itu sahabatku, seniman lukis juga,Β Marielle ButtersΒ namanya. Dia yang menerjemahkan bahasa lukisan-lukisan itu untukku, yang buta seni rupa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s