Siapa Bilang Nikah Itu Enak? (Giveaway)

Bang O and IBelakangan ini “cepet nikah” seperti jadi tren. Alhamdulillaaahh.. Di Path, Facebook, Twitter, status jomblo terasa semakin mengenaskan dan semua orang (yang single) berlomba-lomba cari calon suami/istri.

Emang menurutmu nikah itu enak? Siapa bilang?

Kehidupan setelah nikah itu naik turunnya kayak roller coaster. Serius! Kalau lagi seneng, seneeeng banget. Lebih seneng dari jaman pacaran. Tiap hari ada temen ngobrol, kemana-mana ada yang nemenin, kalau ada masalah dipecahkan bersama, kalau mood jelek ada yang menghibur, …

Tapi kalau lagi kesel bisa keseeeel banget, sampai terheran-heran, “Duh orang ini kecilnya ngapain aja sih kok ngeselin banget?”. Hahaha… Yang bikin kesel itu umumnya kebiasaan-kebiasaan pasangan yang nggak akrab di kehidupan kita. Misal nih, aku suka kesel kalau suamiku naruh tas di kasur (itu kan jorok banget!), kita juga suka rebutan remote TV, ditambah lagi selera kita beda jauhย mulai dari musik, tontonan, sampai makanan. >.<

Buat kamu yang pengen nikah maupun yang udah nikah, apa aja sih enaknya nikah? Selain yang udah aku sebutin lho ya.. Plis kasih komentar dan pandangan kamu donk tentang enaknya nikah. Jangan lupa kasih alamat email yang 100% aseli ya, karena komentar paling CIHUY akan dapet giveaway dari kami (aku dan suamiku). Giveawaynya bukan barang mahal sih, tapi sangat berarti buat kami. ๐Ÿ˜‰

Iklan

13 pemikiran pada “Siapa Bilang Nikah Itu Enak? (Giveaway)

  1. ikutan aaahh.. ๐Ÿ˜€

    enak nya nikah ada yang nafkahin.. hihi.. jadi gaji aku pribadi bisa bebas buat nyalon, belanja-belanja, perawatan, dll.. :p

  2. Menikah itu bukan hal yang enak dan tidak enak tapi itu adalah suatu proses yang harus dijalani sebagai umat Nabi Muhammad. Menikah bukanlah hal yang main-main perlu pemikiran yang matang. Tidak usah suami-istri yang notabene ketemu gede tapi dengan orang tua, adik ataupun kakak pun kita juga pasti ada masa senang dan masa sulit, ada masalah yang membuat kita menggerutu bahkan mungkin ada yang sampai berani dg ortu, tinggal bagaimana kita mampu menguasai diri sendiri. saya belajar dari pernikahan orang tua dan teman. sebelum menikah pun akan melalui ujian yang berat lagi untuk menempa diri tinggal bagaimana menyikapi. pernikahan akan selalu indah jika kita berniat untuk ibadah…insyaALLAH barokah………….
    Tua dan dewasa butuh proses tetapi : Tua pasti…………..dewasa belum pasti

  3. finally ketemu deh disini. ๐Ÿ™‚ Gimana nih, nikah seru to… Doa seorang teman: smoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Cepat diberi momongan. Terus dg pernikahan ini, smoga rejeki dunia dan akherat semakin lancar jaya ky jalan tol. Kecuali tol di JKT yang tetep macet. hehehe.

    (blog masi dalam masa hibernasi) wkwkwk…

  4. Tika ikutan ya,,,,

    Menikah???Hmmm,,,enak sih tapi bener juga ada nggak enaknya,,,
    Contohnya nih ya,,,
    Cucian jadi tambah banyak, yang awalnya hanya 4 lembar kain malah jadi 2x lipatnya, pun begitu dengan menyetrika,,,terus, paling sebel lagi kalo suami seenaknya saja naruh barang-barangnya seenak udelnya. Contohnya, sudah disediakan tempat sepatu, tapi sepatunya tetap ada di teras rumah, sudah disediakan tempat baju kotor malah baju kotornya di campur dengan baju yg sudah bersih, disediakan rak buku malah bukunya masih berantakan di ruang tamu, hadoh,,,lama-lama istri mana yg nggak ngedumel kalo tiap hari kerjanya sprti itu,,,,

    dwipita@yahoo.co.id

    btw DL nya samapi kpan dan pengumumannya kapan ini???

  5. hahaahahha, gatel pengen komen disini, ada dwi juga,, setuju sama dwi,, bedanya suamiku pelupa, kalau pegang apa2, harus dilihatin itu jarinya naruh barang dimana, karena yang ditanyain adalah saya, padahal yang naruh barang dia, ampuuun,, tapi memang harusnya itu dimaklumi, karena menurut dari cerita beberapa orang memang begitulah kaum adam, cuma segelintir yang bisa mengerti, eciieeeh,,

    balik lagi ke topiknya ya, idealnya ya nikah itu nggak bisa dikategorikan enak atau gak enak, enaknya apa, gak enaknya apa, positifnya apa, negatifnya apa, karena menurut saya nikah itu berkeluarga, maksudnya menyatukan dua keluarga, nggak cuma dua manusia yang beda jenis kelamin, kalau pasangan kita sih, oke, kita udah kenal sejak sebelum nikah, lha perangkatnya pasangan ini yang buanyaak, itu yang jadi PR sepanjang hidup. jadi ya, begitulah, bukan antara siap atau gak siap, tapi bagaimana menyikapi. ngono loh tik?!

    trus iki aku dapet GA gak?
    #ngarep #penasaran opo dan agak curiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s