Meninggalkan Surabaya (Jalan Pulang Part I)

Akhirnya, libur lebaran datang juga. Jalan-jalan utama sudah penuh sesak sejak beberapa hari lalu. Siaran televisi sudah gencar menayangkan pantauan arus lalu lintas di berbagai titik kemacetan. Berbagai produk mulai pasang tenda bergaya rest area (padahal yang sering terjadi malah pengunjung kepanasan di dalam tenda).

Menunaikan Ngidam Di Tunjungan Plaza

Arek Genap kalo lagi 'sehat'
Arek Genap kalo lagi 'sehat'

Mau tidak mau, dengan sangat terpaksa, saya menghentikan sejenak rutinitas belajar bersama di kampus, melepas satu per satu kawan setia yang bolos demi kampung halaman. Untungnya, saya masih sempat ‘pesta’ buka bersama di Tunjungan Plaza hari Rabu malam. Berawal dari ngidamnya Ara dan Ninin pada spaghetti, jadilah saya, Ainy, Yatik, dan Elly menemani menunaikan ‘ngidam’ mereka di KFC. Ups! Acara WINDOWS SHOPPING ini sekaligus menunaikan ngidamnya Ainy pada tas laptop. Maklum, dia baru punya laptop imyutt…

Mejeng di KFC TP3
Mejeng di KFC TP3

Saat itu Tunjungan Plaza sedang banyak sale. Sayang, sale disajikan dalam angka diskon yang teramat tanggung, tidak ada banting harga. Tapi koq ya saya tetap saja tergoda dengan sale ya? Hehehe… Jadilah keesokan harinya saya dan Yatik kembali menyerbu TP. Yatik ingin membeli sebuah tas anjing (yang sebetulnya sangat kekanak-kanakan), dan saya membeli baju untuk memenuhi dress-code foto keluarga.

Dapur Desa Traditional Resto, The Burned Spot

Saya sempat mengambil gambar beberapa spot yang akan saya jadikan ‘oleh-oleh’ dari Surabaya. Spot yang dimaksud antara lain Restoran Dapur Desa yang kini beratap asbes tanpa jerami. Sebelumnya, untuk memperkental kesan desa, restoran yang bertempat di Jalan Basuki Rahmat (tidak jauh dari TP) ini menggunakan jerami sebagai atap. Namun karena panas dan teriknya Surabaya, atap restoran tradisional tersebut terbakar hingga menghanguskan dapurnya Dapur Desa.

Dapur Desa pasca kebakaran
Dapur Desa pasca kebakaran

Air Meler Dari Bambu Runcing

Monumen Bambu Runcing meler..
Monumen Bambu Runcing meler..

Spot lain yang saya rekam adalah Monumen Bambu Runcing. Bagi saya, secara kasat mata hampir tidak ada yang istimewa dari monumen yang dibangun di tengah Jalan Panglima Sudirman ini. Hanya saja, sampai sekarang saya masih heran, apa sih esensinya ada air ‘meler’ dari dalam bambu?? O ya, kenapa dibangun di Jalan PANGLIMA Sudirman, ya? Koq bukan Jendral Sudirman?? Hehehe..

Driving Cara Europe, m’Bokep’ Kemudian

Berkendara di lajur kanan Jalan Praban
Berkendara di lajur kanan Jalan Praban

Lalu lintas Jalan Praban juga menjadi spot yang saya abadikan. Sekilas mungkin tidak ada yang istimewa dari daerah ini. Namun tanpa sadar, jalan ini menyerupai jalanan di Eropa karena pengendara berada di kanan jalan, bukan kiri jalan seperti umumnya lalu lintas di Indonesia. Oleh sebab itulah, saya dan Ayah menyebut jalan ini sebagai Jalan Eropa. Tak hanya memiliki aturan lajur yang unik, Jalan Praban juga merupakan sentra gitar lokal elektrik maupun akustik. Harganya cukup ramah di kantong mahasiswa. More info, klik sini aja deh, yang lebih ngerti seluk beluk gitar di Jalan Praban.

Pajangan BF di Jalan Genteng Kali
Pajangan BF di Jalan Genteng Kali

Setelah melewati Jalan Praban, saya melintas di Jalan Genteng Kali. Begitu memasuki jalan ini, saya disuguhi pemandangan berupa papan yang ditempeli sampul film-film porno. Sungguh sangat Surabaya, di mana sex adalah sebuah rekreasi dan ciri khas. Para pedagang cukup berani memamerkan ‘katalog’ di tepi aspal, yang sebetulnya mengganggu pengguna jalan juga. Kabarnya, film porno yang dijual di sini cukup beragam, mulai dari film lokal hingga internasional sekelas Maria Ozawa.

Tak hanya film bokep (sebutan untuk blue-film di Surabaya), seniman spotlite pun berjajar di Jalan Genteng Kali. Dengan mengandalkan sepeda motor dan keahlian membuat suatu vektor, mereka menjual jasa pasang sticker spotlite. O ya, sticker spotlite adalah kertas sticker dengan warna laser yang apabila disorot lampu motor akan memantul.

Iklan

4 pemikiran pada “Meninggalkan Surabaya (Jalan Pulang Part I)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s