Film Wajib Untuk Cewek Dewasa (1)

MPAA Rating: R for some sexual references.

Dunia perfilman semakin ramai. Judul-judul baru bermunculan memenuhi jagad sinema. Sayangnya, perkembangan kuantitas perfilman belum sejalan dengan kualitasnya. Di Indonesia, film horor dengan make-up maksa serta film komedi dengan humor selangkangan pun semakin menjamur. Untunglah di antara sekian banyak film nggak mutu blaz itu masih ada beberapa film yang patut ditonton termasuk dua film yang akan diulas pada posting ini. Dua film yang dimaksud adalah Perempuan Punya Cerita dan The Duchess.

kover perempuan punya ceritaPerempuan Punya Cerita

Film ini menyajikan empat kisah perempuan di empat tempat yang berbeda: Cerita Pulau (Chant From An Island), Cerita Yogya (Chant From A Tourist Town), Cerita Cibinong (Chant From A Village), dan Cerita Jakarta (Chant From The Capital City). Cerita Pulau mengisahkan tentang Bidan Sumantri (Rieke Dyah Pitaloka) yang seorang gadis terbelakang bernama Wulan (Rachel Maryam). Sumantri yang menderita penyakit kanker payudara dengan penuh kesabaran dan ketelatenan merawat gadis manis cucu Mak Tua itu. Wulan dan Sumantri begitu dekat seperti layaknya ibu dan anak. Suatu hari, dua laki-laki kota datang ke pulau tersebut. Kerabat mereka (salah satu penduduk pulau) menawarkan keperawanan Wulan sebagai salah satu menu selamat datang. Jadilah pada suatu malam Wulan diperkosa oleh tiga laki-laki itu.perempuan02

Wulan terpukul, hati Sumantri hancur penuh dendam. Hingga pada suatu siang, suami Sumantri mendengar tiga laki-laki sedang bercengkerama di pelabuhan menceritakan pengalaman mereka bersama Wulan. Suami Sumantri yang tak sengaja mendengar itu, spontan langsung menghajar mereka. Mereka meminta maaf dengan menawarkan sejumlah uang. Sumantri dan suaminya tentu saja marah dan tidak bisa menerima penghinaan itu. Tapi Wulan adalah milik Mak Tua, bukan Sumantri. Apalagi Sumantri sedang tersandung kasus aborsi. Mak Tua tak punya pilihan lain, ia memilih menerima uang tersebut daripada membiarkan orang-orang kota itu melaporkan kasus aborsi Sumantri ke pihak berwajib.

Cerita berikutnya adalah Chant From A Tourist Town, Cerita Yogya. Berlatar kehidupan anak SMA di Yogya, cerita ini mengangkat gaya hidup yang betul-betul bebas. Hubungan pra nikah seperti menjadi suatu hal yang biasa, termasuk bagi teman-teman Safina (Kirana Larasati). Ketika temannya hamil, tidak ada yang mau bertanggung jawab karena ia sudah digilir (maaf). Berbeda dengan teman-temannya, Safina masih gadis. Dia menganggap bodoh teman-temannya yang begitu mudah menyerahkan segalanya. Namun idealisme tersebut ternyata runtuh oleh kehadiran Jay (Fauzi Baadila), wartawan yang mengaku mahasiswa Jakarta. Bersama keperawanannya, idealisme itu lenyap begitu saja oleh tatapan tajam Jay.perempuan3Jay bukan orang Yogya. Ia harus segera kembali ke Jakarta. Safina terpaksa melepas pria pertamanya. Setibanya di Jakarta, sebuah koran ibukota mengungkapkan pergaulan bebas di SMA tempat Safina bersekolah. Wartawan televisi pun berbondong-bondong mendatangi SMA tersebut. Safina melihat mereka dengan rasa malu, karena ia tahu siapa yang menyebarkan berita ini, Jay. Tak berhasil mendapatkan konfirmasi sang Kepala Sekolah, para wartawan itu kemudian mengerubuti Safina yang sedang memandangi mereka sebelumnya. “Berita ini bohong. Jay adalah pembohong. Ia berbohong pada kami, mengatakan sebagai mahasiswa Jakarta. Kenapa ndhak sekalian ditulis saja pengalaman Mas merawani saya?!” jawab Safina geram.

perempuan-punya-ceritaCerita Cibinong atau Chant From A Village adalah cerita selanjutnya. Bertutur tentang kehidupan Esih (Shanty) janda beranak satu yang bekerja sebagai cleaning service bar pinggiran. Karena tuntutan pekerjaan, hampir setiap malam Esih meninggalkan putri semata wayangnya, Maesaroh, dengan kekasihnya, Mas Darto. Suatu malam, bar digrebek satpol PP sehingga Esih harus pulang lebih awal. Sesampainya di rumah, ia mendapati kekasihnya sedang merayu Maesaroh yang masih SMP untuk memuaskan nafsu birahinya. Esih marah dan kecewa. Segera ia membawa Maesaroh pergi tanpa tujuan. Untunglah mereka kemudian ditolong Cicih (Sarah Sechan), penyanyi bar yang dikagumi Esih. Cicih yang dekat dengan Mansyur (Otto Djauhari) tak lama kemudian diajak ke kota supaya jadi penyanyi terkenal seperti Peti Pera (baca: Vetty Vera). Namun ternyata Mansyur tertarik pada Maesaroh yang lugu. Jadilah Mansyur membawa Cicih dan Maesaroh tanpa sepengetahuan Esih. Walaupun tak berpendidikan, Esih ingin anaknya tetap bersekolah setinggi-tingginya, bukan menjadi terkenal, sehingga ia berkali-kali menolak tawaran Mansyur membawa Maesaroh ke kota. Di kota, Maesaroh dan Cicih tidak menjadi penyanyi, mereka malah dijual. Bahkan Maesaroh dijual dengan harga tinggi oleh laki-laki hidung belang dari Taiwan.

perempuan4Dari empat cerita, Cerita Jakarta (Chant From The Capital City) memiliki alur dan gambar yang lebih halus. Berkisah tentang kehidupan Laksmi (Susan Bachtiar) yang tertular AIDS dari almarhum suaminya. Karena virus itu, mertua Laksmi yang dipernakan Ratna Riantiarno dan Tarzan, bersikeras membawa Belinda. Tak rela melepas putri satu-satunya, Laksmi membawa Belinda pergi dari rumah. Namun kemudian Laksmi menyadari bahwa membawa lari putrinya tidak akan menyelesaikan masalah. Akhirnya Laksmi menitipkan Belinda pada wali kelasnya lalu ia pergi bersama penyakitnya.

Iklan

2 pemikiran pada “Film Wajib Untuk Cewek Dewasa (1)

  1. keren nih film
    sayang banyak yang gak mau nonton….penyakit orang Indonesia pada film karya anak bangsa

    bahkan para perempuan pun masih banyak yang gak tau ada nih film
    Tikawe aja keliatan banget baru tau sekarang

    sayang hanya tahan beberapa hari di twentyone
    maklumlah sedikit penonton

  2. Bukannya baru tau, Kang. Cuma baru teralarm untuk nulis (lagi) ttg film ini setelah kemunculan The Duchess.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s