85 ribu Dollar Bagi Pedagang Ikan dan Profesor

everybody-wants-to-be-italian-poster_2085143cf5a188fb5150d41d4c3f8566Posting ini terinspirasi oleh sebuah film berjudul Everybody Wants To Be Italian. Film yang disutradarai Jason Todd Ipson ini bercerita tentang Jake (Jay Jablonski) yang mencoba merebut kembali hati mantan istrinya setelah perceraian mereka 8 tahun lalu. Padahal Isabella, sang mantan istri, kini telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak. Karena merasa risih, tiga saudara Jake kemudian memperkenalkannya dengan seorang wanita bernama Marissa Costa (Cerina Vincent) pada suatu Italian Single Party. Tapi di posting ini saya tak hendak menumpahkan cerita film ini, melainkan satu lelucon yang muncul.

everybody-wants-to-be-italian-poster_8dce2644c2e6c31f430d564ed0f3f37bJake adalah seorang pedagang ikan yang sangat sederhana, sedangkan Marissa adalah dokter hewan dengan karir gemilang. Begitu gemilangnya, Marissa memperoleh penghargaan dari suatu perguruan tinggi ternama plus beasiswa senilai 500 ribu dolar. Setelah memberikan penghargaan itu, mereka menikmati hidangan makan malam seraya tak hentinya memuji karir Marissa. Di tengah perbincangan, salah seorang profesor di antara mereka kemudian mengumumkan bahwa istrinya telah meraih gelar profesor di perguruan tinggi lain yang sepertinya lebih bergengsi. Tak hanya itu saja, ia juga diterima mengajar di perguruan tersebut dengan gaji tetap 85000 dollar per bulan. Seisi ruangan memberi tepuk tangan meriah atas prestasi istri profesor tadi, kecuali Jake. Jake malah heran dengan tepuk tangan mereka. Dia heran, apa hebatnya 85ribu dollar per bulan bagi seorang profesor? Karena ia (yang tidak mengenyam bangku kuliah) memperoleh uang sebesar itu ketika ikan yang mampu ditangkapnya tidak terlalu banyak. Semua petinggi universitas itu bengong. Spontan, mereka langsung mengubah tatanan ruangan tersebut sehingga menyerupai sebuah kelas, dan Jake dosennya. Mereka meminta Jake supaya menjelaskan TEORI bagaimana bisa memperoleh 85ribu. Jake kebingungan, ia hanya bisa menjelaskan bagaimana ia bekerja. Para ‘orang pintar’ belum puas, mereka meminta Jake membuat grafiknya.

Well, dari sini langsung terbukti. Teori tanpa praktek emang lumpuh…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s