Proud to be Indonesian!!

Beberapa waktu lalu, 23 mahasiswa dan 2 dosen Malaysia berkunjung ke jurusan Statistika ITS (kampus saya). Selama tujuh hari kami belajar bersama. Salah satu mata kuliah yang kami pelajari bersama adalah Official Statistics (dosen : Drs. Kresnayana Yahya). Pada kesempatan itu, saya dibantu 2 teman mendapat mandat untuk presentasi ttg Indonesia vs Malaysia.

Awalnya kami kalang kabut karena hampir semua data yang kami peroleh selalu menunjukkan bahwa Indonesia TIDAK LEBIH BAIK dari Malaysia, termasuk dalam hal Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia). Menurut data yang kami peroleh di situs resmi UNDP, dengan indeks 0,728 menempatkan Indonesia di urutan ke 107 dunia (data tahun 2005. Di tahun 2006, rank ini merosot jadi 109, di bawah Palestina, Gabon, dan Turkmenistan) dan masuk golongan Medium HDI. Sedangkan Malaysia berada di peringkat 63 dengan indeks 0,811 (tahun 2006 tetap peringkat 63) dan tergolong High HDI. HDI ini diukur dari beberapa aspek, yaitu:

1. Life expectancy at birth
2. Adult litteracy rate
3. Combined primary, secondary, and tertiary gross enrollment ratio
4. GDP ratio

untuk aspek #1, jelas Malaysia mengalahkan Indonesia. Harapan hidup saat lahir di Malaysia mencapai 73,7 tahun, sedangkan di Indonesia 69,7 tahun. Jadi, kalau Anda orang Indonesia dengan usia di atas 69 tahun, Anda boleh was-was, atau pindah saja ke Malaysia. Hahaha, becanda…

Pada aspek #2, Indonesia mengalahkan Malaysia. Presentasi angka melek huruf di Indonesia lebih tinggi dari Malaysia, yaitu 90,4% sedangkan Malaysia 88,7%. Artinya, 90,4% penduduk Indonesia usia di atas 15 tahun sudah bisa melek huruf dengan bahasa nasional, Bahasa Indonesia.

Mendapat data sedemikian rupa, kami terheran-heran, tak terkecuali Pak Kresnayana. Kemudian Pak Kresna bertanya kepada para mahasiswa Malaysia itu. Kata mereka, pendidikan di daerah kampung-kampung memang masih belum diperhatikan, masih banyak orang kampung di Malaysia yang belum bisa membaca.

Kontan, kami sekelas hanya ber-o. Di titik ini, kami merasa bangga jadi wong ndeso di Indonesia.

Kebanggaan saya tidak hanya di kuliah itu. Pada malam perpisahan, saya sempat bertukar ‘souvenir’ dengan teman-teman dari Malaysia. Souvenir yang kami tukar bukan berupa barang, tapi file lagu. Saya mem-bluetooth lagu Indonesia ke HP mereka dan mereka pun mem-bluetooth lagu Malaysia ke HP saya. Kami bertukar lagu satu sama lain. Maklum, anak muda..

Untuk itu, kamu bertukar HP, memilih sendiri lagu yang kami inginkan. Saya terkejut melihat list lagu mereka, kebanyakan ya lagu Indonesia. D’Masiv, Padi, Letto, Dewa, dan sebagainya. Sedikit Ge eR, saya bilang, “Wah, banyak banget lagu Indonesia di sini! Maaf, belum ada lagu Malaysia di music list saya,”. Mereka tertawa,”Tak apa. Kami memang suka lagu-lagu Indonesia. Kami tahu hampir semua musik Indonesia karena lagu-lagu Indonesia populer sekali di negeri kami. Saya paling suka Sheila on 7,”. Saya bengong. “Trus, band Malaysia yang terkenal apa ya? Kayaknya saya jarang dengar..” jawab saya. Mereka diam dan saling pandang satu sama lain. “M..mungkin Exit. Kalau dari kami mungkin orang banyak tau Siti Nurhaliza. Yang lain ya…” mereka menyebutkan nama-nama lain yang tidak saya tau satu pun.

Hm, ternyata urusan musik, Indonesia TIDAK LEBIH BURUK dari Malaysia koq!!

Iklan

3 pemikiran pada “Proud to be Indonesian!!

  1. Ass..
    masih bnyak mbk kelebihan Indonesia dibandingkan malaysia, stidaknya kita pernah mencatat sejarah, bahwa banyak guru atau dosen yg belajar ke indonesia dulunya. tapi sekarang mungkin agak terbalik, intinya malaysia skrang ada di atas dan kita dibawah, mngkin keadaan ini bsa berbalik seprti dlu klw kita sbga orang indo mau berusaha dan doa.
    mungkin gitu..thq

  2. @seemslikeidiot
    Hello juga, seemslikeidiot! Thanks for ur visit..

    @budirich
    Good idea, bro! I absolutely agree.. Tapi aku akui, mahasiswa Malaysia (yang seumuran denganku) memang lebih tekun belajar koq. Mereka nggak pernah ngurusi demo kayak mahasiswa Indonesia (emang aku mahasiswa mana ya?)..
    Tapi di sisi lain, mereka terlalu percaya dengan kerajaan. Bahkan nggak banyak orang Malay tau tentang perebudan Ambalat atau Sipadan-Ligitan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s