10 Tokoh Penting di We (part one)

Di negeri aman sentosa ini, hampir tak ada yang tidak mengenal Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir. Tapi tak ada yang mengenal Bung Karim, satpam markas suatu partai politik.

Di negerinya orang cerdas ini, hampir tak ada yang tidak mengenal RA Kartini. Tapi tak ada yang mengenal Rakinem, pedagang sayur keliling di komplek perumahan.

Seseorang bagi orang lain tak selalu sama penting. Begitu juga bagi Tika We. Tika We punya 10 tokoh yang penting dalam perjalanan fidupnya. Tokoh-tokoh tersebut penting bagi Tika We walau belum tentu penting bagi Anda. Tapi, mari tengok hidup ini, adakah tokoh-tokoh nasional itu lebih penting dari tokoh penting di sekitar kita??

Ibu

Me n Mom di Ruko
Me n Mom di Ruko

My mommy is the best mom on the world. Ya iyalah, lha wong ibuku cuma satu. She is my best-friend. Bisa jadi wadah curhat mulai urusan sekolah, kuliah, sampe pacar. Ibu juga selalu bisa kasih aku pertimbangan-pertimbangan yang logis ketika aku berada di persimpangan. As a friend, Ibu adalah teman belanja paling asyik. Selain nggak tengsin dalam hal windows shopping, seleranya nggak jauh beda dengan seleraku. O ya, ngomong-ngomong masalah tengsin, aku dan Ibu juga nggak tengsin untuk masuk ke sebuah resto mewah cuma buat cuci tangan 😀 . As a friend juga, Ibu akrab dengan teman-temanku. Jadi inget lagunya SO7. Sometimes I feel my heart so lonely but that’s ok. No mather how my girl just left me, I just don’t care. Whenever the rain comes down and it’s seems there’s no one to hold me. She’s there for me, she is my mom.

Hm, the world must be lonely without her..
Ibu
Aku, Ibu, NisaIbu adalah pengamat paling cermat. Ibu tau jadwal kuliahku, kegiatan apa saja yang aku ikuti, siapa saja pacarku, baju apa saja yang aku punya dan aku belum punya, bahkan kapan aku nggarap sari pun Ibu tahu. Waktu sidak di kamar kos, Ibu juga cermat mengamati semua pernak-pernik anak kos. Mulai dari fotoku ma Mas Onos, foto keluarga, jam waker, buku-buku apa yang aku punya, sampe pesan-pesan motivasi yang aku tempel.
Ibu
photo0140
Ibu adalah pelajar tergigih yang pernah aku kenal. Ibu memang lahir di awal tahun 60an, tapi update infonya masih jalan terus. Ibuku bisa SMS, n bisa manfaatin semua fitur di HP canggihnya. Ibuku akrab dengan komputer n laptop. Ibuku ngerti internet dan punya email address. Semua itu tidak ia ketahui begitu saja, beliau belajar dari nol. Ibu belajar dari mana saja, termasuk dari aku. Kalau Ibu tau aku ngerti email, maka Ibu akan langsung minta diajarin pake email. Kalau ada HP keluaran baru, Ibu nggak segan-segan cari info. Nah, kalau dah dapet tu HP, Ibu juga nggak males untuk mempelajari semua fitur yang ada. O iya, Ibuku juga gigih belajar nyetir. Nggak peduli bagaimana komentar Bapak tentang caranya nginjak kopling yang masih kasar, Ibu terus belajar. Hingga akhirnya, sekarang setiran Ibu jadi sangat halus. Satu lagi. Basic pendidikan Ibuku adalah seni tari. She’s good at traditional dance. Secara, hampir 7 tahun hidupnya untuk mempelajari seni tari tradisional dan lebih dari 20 tahun usianya ia habiskan bersama liukan tari tradisional Jawa. Tapi supaya lebih update dengan jaman, Ibu belajar ekonomi juga. Supaya lebih dalam, beliau ambil S1 ekonomi yang nantinya bisa ia gunakan dalam profesi mengajarnya. Sayang, sekarang Ibu begitu concern dengan ekonomi hingga beliau tak mau menari lagi. Padahal aku seneng liat Ibu menari, walaupun aku nggak pernah mau diajar menari..

Bapak

My Dad
My Dad

Bapak tidak tampan seperti Joe Richard, tidak jenius seperti BJ Habibi. Tapi Bapakku lebih cool dari Joe dan lebih ilmiah dari Pak Habibi. Wajahnya memang berkarakter garang, seakan-akan siap carok kalau ada yang mengusiknya. Tapi jangan salah, Bapak juga punya sisi kocak dan konyol. Biasanya agak telat juga beliau menyadari kekonyolannya. Tapi di luar itu, Bapakku orang cerdas dengan the way of thinking dan prinsip-prinsipnya. Kedua harta mewah Bapak itu selalu ia bagikan padaku, termasuk prinsipnya yang keras. Terkadang beliau lupa I am his daughter, not his son sehingga prinsip-prinsip tentang harga diri laki-laki pun juga ia bagikan. Ketika aku bingung dengan situasi publik di sekitarku, Bapak akan selalu memberi kalimat-kalimat keras yang akan menguatkanku. He is my best motivator. Alasannya to do or not to do selalu logis. Ilmu akademisnya juga ia bagikan padaku. Aku masih ingat, Bapak ngajari aku hukum Archimides waktu nguras bak mandi. Beliau juga ngajari gimana motor jalan dengan bensin. Tu bensin larinya ke mana, jadi apa, beliau jelaskan. Urusan mekanik, Bapakku nomer satu. Sayang beliau agak gaptek urusan gadget, masih lebih canggih Ibu. Oya, Bapak adalah supir #1 bagiku. Aku kaya akan pengalaman disetir orang lain, mulai dari supir angkot, supir taxi, sampe temen sendiri. Tapi dari sekian banyak orang yang nyetirin aku, setiran Bapak tu yang paling sip! Halus tapi cepet. Kalo Ibu, alon-alon asal klakon. Hehehe…

Iklan

4 pemikiran pada “10 Tokoh Penting di We (part one)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s