Sayang

Aku yakin beberapa orang punya keterikatan emosional sama benda mati yang sulit dipahami. Misal, aku sayang banget sama sepatu-sepatu boots. Ada yang beli di fashion retail semacam Primark atau M&S, ada juga dari UGG, merek Australia khusus alas kaki dari kulit domba asli. Memang nggak murah, belinya harus ngumpulin recehan honor sana-sini. Mau dibawa ke Indonesia, nggak bakal terpakai. Mengingat suhu dan keringatnya yang nggak santai. Bisa aja dijual, atau dikasih ke orang lain. Tapi kalau pemilik barunya bukan penyayang boots, rada nggak ikhlas juga. Iya nggak sih? Rasanya cowok punya keterikatan yang lebih kuat sama kaos-kaos mereka. Aku kenal beberapa … Lanjutkan membaca Sayang

Beri peringkat: